Pemprov Sumsel Bentuk Satgas Doa di Tengah Satgas Darat dan Udara untuk Lawan Karhutla, Salat Istisqa Diimbau ke Seluruh Daerah

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:00:01 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membentuk satgas doa dalam struktur resmi Satgas Operasi Karhutla, di samping satgas darat dan udara.

PALEMBANG — Upaya pemadaman karhutla di Sumatera Selatan tidak hanya mengandalkan operasi darat dan udara. Pemerintah provinsi kini memasukkan unsur spiritual dalam struktur resmi Satgas Operasi Karhutla dengan membentuk satgas doa, sekaligus mengimbau masyarakat melaksanakan salat istisqa.

Imbauan tersebut mengemuka dalam rapat penanganan karhutla bersama Danrem 044/Gapo selaku Komandan Satgas Operasi Karhutla Sumsel. Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Iqbal Alisyahbana, menyebut salat istisqa menjadi ikhtiar meminta pertolongan di tengah kondisi lapangan yang semakin kering.

Satgas Doa Masuk Struktur Resmi Operasi Karhutla

Iqbal menjelaskan, struktur satgas komando yang dipimpin Gubernur Sumsel tidak hanya berisi tim pemadam dan penegakan hukum. Ada bidang khusus yang bertugas menggelar doa bersama.

“Di satgas komando yang dipimpin Pak Gubernur dan Dansatgas Operasi Pak Danrem, ada beberapa bidang. Ada satgas darat, satgas udara, satgas sosialisasi, satgas penegakan hukum, termasuk satgas doa,” jelas Iqbal.

Keberadaan satgas doa ini dinilai penting karena hujan menjadi faktor kunci meredam titik api. Sumber air untuk pemadaman di lapangan mulai terbatas akibat kemarau berkepanjangan.

Ogan Ilir Jadi Daerah Pertama yang Menggelar Salat Istisqa

Meski belum menerbitkan surat edaran resmi, Pemprov Sumsel telah menyampaikan imbauan salat istisqa secara lisan kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota. Iqbal mengajak ASN serta masyarakat turut serta dalam pelaksanaannya.

“Secara lisan sudah kita imbau. Seperti di Ogan Ilir kemarin sudah melaksanakan salat istisqa,” katanya.

“Selain usaha yang terus kita lakukan, kita juga meminta pertolongan dari Allah SWT agar diberikan hujan,” tutur Iqbal menambahkan.

Pemadaman Tetap Berjalan di Semua Lini

Iqbal memastikan pendekatan spiritual tidak menggantikan penanganan teknis di lapangan. Personel gabungan tetap dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi kebakaran, termasuk patroli kawasan rawan.

Operasi udara dengan helikopter water bombing juga masih dijalankan untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses tim darat. Penanganan karhutla di Sumsel kini berjalan melalui berbagai lini secara paralel.

“Tim darat terus melakukan pemadaman di lokasi kebakaran, sementara operasi udara digunakan untuk menjangkau kawasan yang sulit diakses,” tutupnya.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top