Jadwal Awal Brutal Menanti Coventry, Hull, dan Ipswich: Lawan Tiga Besar Premier League di Lima Laga Perdana

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:12:31 WIB
Coventry City akan memulai perjalanan mereka di Premier League dengan menghadapi Arsenal di Emirates Stadium pada laga pembuka musim.

SUMATERA SELATAN — Jadwal yang dirilis Premier League pekan ini menjadi mimpi buruk bagi tiga tim promosi: Coventry City, Hull City, dan Ipswich Town. Alih-alih mendapatkan laga mudah untuk memulai musim, mereka justru dipertemukan dengan tim-tim terkuat Inggris pada pekan-pekan awal.

Coventry, yang terakhir tampil di Premier League pada musim 2000-01, akan memulai petualangan mereka di Emirates Stadium melawan Arsenal. The Gunners adalah juara bertahan, favorit untuk mempertahankan gelar, dan tim peringkat satu dunia versi Opta.

Ujian Beruntun di Dua Laga Tandang Pertama

Laga tandang kedua Coventry bahkan lebih berat. Pasukan Frank Lampard harus bertandang ke Etihad Stadium untuk menghadapi Manchester City. Dua laga tandang melawan dua tim terbaik Inggris beruntun adalah skenario terburuk yang bisa dialami tim promosi.

Di sela dua laga berat itu, Coventry menjamu sesama tim promosi, Hull City. Namun, laga kandang yang seharusnya menjadi pelipur lara itu juga tidak mudah. Kedua tim bermain imbang tanpa gol dalam dua pertemuan mereka di Championship musim lalu.

Hull City dan Ipswich Juga Tak Beruntung

Hull memulai musim dengan menjamu Manchester United di MKM Stadium. Tiga pekan kemudian, mereka menerima kehadiran Aston Villa. Meski berada satu level di bawah Arsenal dan City, kedua tim itu akan berlaga di Liga Champions musim ini. Pekan keempat dan kelima, Hull bertemu Chelsea dan Newcastle United.

Ipswich, berdasarkan peringkat rata-rata lawan dari Opta, mendapat jadwal awal paling mudah di antara tiga tim promosi. Namun, tiga laga pertama mereka adalah melawan Sunderland, Manchester United, dan Liverpool — tiga tim yang finis di tujuh besar musim lalu.

Laga Kontra Tim Besar Ternyata Krusial

Laga melawan tim besar sering dianggap sebagai "free hit" bagi tim promosi — kesempatan mengambil poin bonus tanpa beban. Namun, data dua musim terakhir menunjukkan laga-laga ini justru krusial.

Leeds United musim lalu mengumpulkan 10 poin dari tujuh laga melawan tim papan atas, hanya kalah lima poin dari Arsenal. Sunderland yang finis ketujuh juga meraih sembilan poin dari tim-tim di atas mereka. Bahkan Burnley yang terdegradasi mampu mengumpulkan delapan poin dari 14 laga melawan tim papan atas.

Sebaliknya, enam tim promosi dalam dua musim sebelumnya yang semuanya terdegradasi, tampil buruk. Ipswich hanya meraih enam poin dari laga kontra tim papan atas di musim 2024-25, sementara Leicester dan Southampton masing-masing hanya satu poin. Musim sebelumnya, Luton mengumpulkan lima poin, Sheffield United dua poin, dan Burnley satu poin.

Burnley musim lalu menjadi contoh nyata bahwa poin dari tim besar tidak menjamin keselamatan. Mereka hanya meraih 14 poin dari 24 laga lainnya. Namun, start buruk tetap meningkatkan tekanan pada manajer, apa pun level ekspektasinya. Komputer penjadwalan Premier League jelas tidak berpihak pada Coventry, Hull, dan Ipswich musim ini.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top