SUMATERA SELATAN — Kepastian soal insentif ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Ia menyebut anggaran sudah dialokasikan dan dua nama yang sudah dipastikan masuk adalah Alva serta Gesits. "Anggarannya sebetulnya sudah ada. Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," ungkap Airlangga dalam keterangan yang dikutip Antara.
Kedua merek ini juga tampil dalam peluncuran program Motor Listrik Nasional (MoLinas) oleh Presiden Prabowo Subianto. Menariknya, acara peluncuran itu justru digelar di pabrik perakitan Alva, yang menegaskan posisi dua pabrikan ini sebagai tulang punggung ekosistem EV roda dua buatan dalam negeri.
Alva bukan sekadar perakit biasa. Pabriknya berdiri di atas lahan seluas 17 ribu meter persegi dan diklaim sudah mengadopsi standar industri 4.0. Dalam kunjungan ke sana, terlihat penggunaan teknologi automated guided vehicle (AGV)—robot yang membawa komponen dari area penyimpanan ke lini perakitan secara otomatis. Ini sinyal bahwa kapasitas produksinya serius, bukan skala bengkel.
Soal produk, Alva punya lima model yang dijual di Indonesia dengan rentang harga yang cukup lebar, dari kelas entry-level hingga premium:
Dengan rentang harga segini, Alva jelas menargetkan pasar menengah-atas yang mencari motor listrik dengan desain modern dan fitur yang lebih lengkap dibanding motor konvensional di kelas yang sama. Tapi catat, harga ini belum termasuk potongan insentif—kalau skema Rp 7 juta berlaku lagi, beberapa varian seperti Cervo X bisa turun ke kisaran Rp 25 jutaan.
Gesits punya cerita berbeda. Motor ini dirakit oleh PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) di Cileungsi, Bogor, dengan kapasitas produksi mencapai 50 ribu unit per tahun. Angka itu cukup besar untuk standar motor listrik nasional.
Belakangan, Gesits sempat diterpa isu tidak sedap—ada kabar yang menyebut mereka berhenti berjualan. Pihak manajemen membantah tegas. Nurrahman Wahid, Corporate Secretary PT GMN, menegaskan produksi dan penjualan masih berjalan normal. "Kami masih jualan, memang penjualan menurun sama seperti seluruh motor listrik yang lain. Tapi kami masih jualan dan produksi," jelasnya.
Gesits saat ini menjual tiga model dengan beberapa varian, dan yang paling menarik adalah harga awalnya yang lebih rendah dari Alva:
Dengan banderol mulai Rp 23,9 juta, Gesits jelas bermain di segmen yang lebih terjangkau. Kalau insentif Rp 7 juta jadi, GV1 Standard Range bisa tembus di bawah Rp 17 juta—angka yang sangat kompetitif bahkan dibanding motor bensin bekas.
Jangan buru-buru tergiur harga murah. Ada beberapa hal yang perlu kamu pikirkan matang sebelum memutuskan membeli motor listrik, baik Alva maupun Gesits.
Pertama, skema insentif belum final. Airlangga baru menyebut "anggaran sudah ada", tapi detail teknis—apakah potongan langsung di dealer atau refund, apakah semua varian dapat, dan kapan mulai berlaku—belum diumumkan. Jangan hitung harga setelah insentif sebelum aturan resmi terbit.
Kedua, infrastruktur pengisian daya. Tidak ada satu pun dari bahan ini yang menyebut detail baterai atau waktu charging. Ini sinyal bahwa aspek tersebut bukan fokus utama—padahal buat pengguna harian, ini justru faktor penentu. Pastikan kamu punya akses ke charger di rumah atau kantor, karena SPKLU untuk motor masih jarang.
Ketiga, nilai jual kembali. Pasar motor listrik bekas di Indonesia masih tipis. Penurunan penjualan yang diakui sendiri oleh pihak Gesits menunjukkan permintaan belum stabil. Kalau kamu tipe yang ganti motor tiap 2-3 tahun, hitung ulang biaya depresiasinya.
Secara garis besar, pilihan di antara keduanya cukup jelas. Alva menawarkan desain lebih modern, pilihan model lebih banyak, dan pabrik dengan teknologi lebih maju—kamu bayar lebih untuk hal itu. Gesits, di sisi lain, lebih murah dan punya kapasitas produksi besar, tapi pilihan modelnya lebih terbatas.
Rekomendasi kami: tunggu pengumuman resmi skema insentif sebelum memutuskan. Kalau kamu butuh motor sekarang dan budget jadi pertimbangan utama, Gesits GV1 Standard Range di harga Rp 23,9 juta adalah pilihan paling masuk akal. Kalau kamu mau fitur lebih dan desain yang beda dari motor bensin, Alva Cervo X di Rp 32,9 juta layak dipertimbangkan—terutama kalau insentif jadi turun ke angka Rp 25 jutaan.