PALEMBANG — Puluhan keluarga dengan balita di Seberang Ulu II kini mendapat sokongan pangan bergizi dari para penyuluh KB. Bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari penguatan pendampingan untuk menekan angka stunting di ibu kota Sumatera Selatan.
Humas BKKBN Provinsi Sumsel, Sinta, mengatakan penyaluran ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dasar, sekaligus memastikan tumbuh kembang anak berjalan sehat dan maksimal.
Penerima manfaat dipilih berdasarkan kerentanan asupan gizi pada masa awal kehidupan anak. Kelompok baduta dan ibu menyusui menjadi sasaran utama karena periode ini menentukan kualitas tumbuh kembang anak di kemudian hari.
“Aksi nyata ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dasar, sekaligus memastikan tumbuh kembang anak berjalan secara sehat dan maksimal,” kata Sinta di Palembang, Minggu.
Setelah paket beras dan telur diserahkan, para penyuluh tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka melanjutkan kegiatan dengan sesi edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh yang tepat dan pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Materi pendampingan menekankan pentingnya deteksi dini hambatan pertumbuhan. Para orang tua diimbau untuk rutin membawa anaknya ke posyandu terdekat guna memantau perkembangan fisik maupun kognitif anak secara berkala.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gotong royong yang melibatkan IPeKB bersama BKKBN Sumsel dalam mencetak generasi mendatang yang lebih sehat dan bebas stunting. Pendampingan serupa diharapkan terus berlanjut di kecamatan lain di Palembang.