Trump Akan Deklarasikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS, Blokade Iran Disebut Tak Terbendung

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:15:31 WIB
Trump menyampaikan pidato di akademi kepolisian negara bagian New York, Jumat (tanggal tidak disebutkan).

JAKARTA — Konflik AS-Israel melawan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari memasuki babak baru. Trump menjanjikan penguasaan penuh atas Selat Hormuz, jalur perairan sempit antara Teluk Persia dan Teluk Oman yang selama ini menjadi kunci distribusi minyak dunia.

"Setelah kami selesai mengalahkan Iran, yang saat ini sedang dikalahkan dengan sangat parah, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," ujar Trump dalam pidatonya di akademi kepolisian negara bagian New York, Jumat.

Blokade "Tembok Baja" dan Dampaknya ke Harga BBM

Trump menggambarkan blokade laut yang diterapkan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai sesuatu yang "tidak terbendung" dan "tembok baja". Ia juga meminta para pendukungnya bersabar terhadap kenaikan harga bensin akibat perang.

"Kalian hanya perlu mengingat bahwa apa yang kami lakukan ini merupakan jasa besar bagi dunia," kata Trump.

Penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran memicu lonjakan harga minyak mentah dan berbagai komoditas lain di pasar global. Kondisi ini ikut menekan harga energi di dalam negeri, termasuk Indonesia yang masih mengandalkan impor minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Sikap Iran: Selat Tetap di Bawah Kendali Teheran

Teheran berulang kali menegaskan tidak akan membuka kembali selat tersebut sampai AS mencabut blokade. Iran juga menyatakan Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengelolaannya, menolak klaim sepihak Washington atas perairan internasional yang strategis itu.

Tekanan justru muncul dari dalam negeri AS. Trump disebut menghadapi desakan semakin besar untuk mengakhiri perang yang tidak populer di mata publik Amerika, sementara biaya operasi militer dan dampak ekonomi terus membengkak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia terkait eskalasi konflik di Timur Tengah tersebut. Kementerian Luar Negeri sebelumnya telah menyiapkan skenario evakuasi WNI jika situasi keamanan di kawasan memburuk.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top