PALEMBANG — Peristiwa pengeroyokan yang melibatkan pelajar kembali mengguncang Kota Palembang. Aksi yang terekam kamera ponsel warga dan beredar luas di media sosial ini terjadi di Jalan Mesuji 2, kawasan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Dalam rekaman yang tersebar, terlihat sekelompok pelajar yang berboncengan sepeda motor mengejar korban. Teriakan dari kelompok tersebut terdengar jelas, diduga mengajak untuk mengeroyok korban. Tak lama kemudian, sebuah sepeda motor berwarna putih yang dikendarai korban terjatuh, dan para pelaku langsung menghampiri serta melakukan pemukulan.
Salah seorang pedagang es yang berjualan di sekitar lokasi mengaku menyaksikan langsung kejadian tersebut. Ia menuturkan bahwa dua kelompok pelajar awalnya melintas di Jalan Demang Lebar Daun sebelum akhirnya masuk ke Jalan Mesuji 2.
"Sebelum salat Jumat kejadiannya, sekitar setengah 12. Sepertinya mereka pelajar semua," katanya saat ditemui di lokasi.
Pedagang tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti pemicu pengeroyokan. Namun, ia melihat sejumlah pelajar membawa ikat pinggang dan diduga ada yang membawa senjata tajam. "Kalau secara persis saya tidak tahu, saya hanya berjualan di sini. Mereka membawa ikat pinggang dan senjata tajam," ungkapnya.
Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh membenarkan adanya insiden pengeroyokan tersebut. Pihaknya langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima informasi dari masyarakat.
"Setelah menerima informasi kejadian, anggota kami sudah mendatangi TKP untuk memeriksa sejumlah saksi. Untuk sementara ini belum ada yang membuat laporan. Satu korban ada yang dirawat di rumah sakit," kata Fauzi.
Hingga kini, identitas para pelaku maupun asal sekolah mereka masih belum diketahui. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian serta mengidentifikasi para pelajar yang terlibat. Pihak kepolisian juga masih menunggu laporan dari anggota di lapangan terkait kondisi korban.
"Masih belum diketahui kondisi korban terluka. Nanti akan kami sampaikan lagi," ujarnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau rekaman tambahan terkait kejadian tersebut untuk membantu proses penyelidikan. Hal ini penting agar para pelaku dapat segera teridentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku. [FZP]