SUMATERA SELATAN — Cuaca panas ekstrem yang melanda London pada musim panas ini menjadi pemicu lahirnya sebuah solusi sederhana namun efektif di dunia fotografi mobile. Seorang jurnalis teknologi yang juga pengguna setia iPhone 16 Pro Max menemukan cara untuk mengatasi masalah klasik saat memotret di bawah sinar matahari: layar ponsel yang sulit terlihat.
Alih-alih menggunakan kamera khusus, ia justru menggabungkan iPhone-nya dengan viewfinder magnifier berukuran tiga inci yang sebenarnya dirancang untuk kamera sinema Blackmagic Pocket Cinema Camera 4K (BMPCC 4K). Hasilnya? Sebuah rig kamera DIY yang tampak konyol, tetapi secara fungsional bekerja sangat baik.
Masalah utama yang dihadapi para fotografer, baik amatir maupun profesional, adalah keterbatasan layar belakang kamera atau ponsel saat dipakai membidik objek di tengah terik matahari. Layar dengan kecerahan maksimal sekalipun sering kali tetap sulit dibaca karena pantulan cahaya.
Perangkat viewfinder menawarkan solusi dengan membungkus layar dalam sebuah kaca pembesar yang menghalangi cahaya sekitar. Ini memberikan pengalaman membidik yang lebih imersif, mirip seperti menggunakan kamera saku tradisional. Secara psikologis, kondisi ini membantu fotografer fokus penuh pada komposisi tanpa gangguan visual dari lingkungan sekitar.
Ide awal modifikasi ini muncul dari kebutuhan untuk sebuah proyek video di mana jurnalis tersebut harus memotret secara bersamaan menggunakan BMPCC 4K dan iPhone 16 Pro Max. Karena ukuran layar kedua perangkat hampir identik, ia mencoba menempelkan aksesori viewfinder tersebut ke layar iPhone-nya.
Meski tidak ada mekanisme pemasangan magnetis seperti pada kamera sinema, bobot iPhone yang ringan membuatnya mudah dipegang manual menempel pada kaca pembesar. Hasilnya di luar dugaan, bidikan menjadi sangat jelas dan nyaman, terutama saat menggunakan tombol Camera Control di sisi ponsel sebagai tombol rana fisik.
Setelah beberapa kali digunakan, modifikasi ini terbukti bukan hanya sekadar alat bantu untuk kondisi cuaca ekstrem. Jurnalis tersebut mengaku kini lebih sering mengandalkan iPhone-nya untuk fotografi harian. Kombinasi kemudahan membidik dan sensasi imersi visual membuat pengalaman memotret dengan ponsel terasa lebih menyenangkan dan presisi.
Ia menambahkan bahwa modifikasi ini membuat iPhone-nya mampu menggantikan kamera khusus di lebih banyak skenario pemotretan. Namun, perlu dicatat bahwa aksesori spesifik yang digunakan tersebut saat ini sudah tidak lagi dijual di pasaran, dan belum ditemukan produk serupa yang dirancang untuk layar ponsel berukuran lebih dari tiga inci.
Bagi pengguna di Indonesia yang sering beraktivitas di luar ruangan dengan paparan sinar matahari tinggi, trik serupa bisa menjadi inspirasi. Alternatifnya, mencari viewfinder universal atau hood (tudung layar) yang kompatibel dengan ukuran layar ponsel masing-masing bisa menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kenyamanan memotret.