BMKG: Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Tidak Sehat, Konsentrasi PM2.5 Tembus 144,4 µg/m³

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 09:04:31 WIB
Konsentrasi PM2.5 di Palembang tercatat 144,4 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB, masuk kategori tidak sehat.

PALEMBANG — Warga Kota Palembang diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap memburuknya kualitas udara yang kini masuk kategori tidak sehat. Berdasarkan pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, konsentrasi partikulat halus mencapai 144,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 08.00 WIB, Rabu (12/8). Angka ini jauh melampaui ambang batas normal dan berisiko mengganggu kesehatan pernapasan.

Asap Karhutla Jadi Pemicu Utama Memburuknya Udara

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh asap yang terbawa masuk ke wilayah Palembang dari daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Konsentrasi PM2.5 mulai meningkat sejak Selasa (11/8) malam, tercatat 104,2 µg/m³ pada pukul 01.00 WIB, kemudian berfluktuasi hingga mencapai puncaknya di pagi hari.

“Memburuknya kualitas udara di Palembang perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap yang terbawa masuk ke wilayah Palembang,” kata Wandayantolis di Palembang, Rabu.

Kelompok Rentan Diminta Ekstra Waspada

PM2.5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang mampu masuk hingga ke saluran pernapasan bagian dalam dan berbahaya bagi kesehatan. BMKG secara khusus mengingatkan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan gangguan pernapasan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi ini.

Warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan diimbau menggunakan masker sebagai perlindungan. Selain itu, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas fisik berat yang dilakukan di luar ruangan selama konsentrasi PM2.5 masih tinggi.

Warga Diminta Pantau Perkembangan Kualitas Udara

Kondisi kualitas udara di Palembang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan dan penyebaran asap dari wilayah yang mengalami karhutla. BMKG meminta masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan kondisi konsentrasi PM2.5 saat ini.

Pihaknya juga mengingatkan agar warga tidak menambah beban polusi, salah satunya dengan menghindari pembakaran sampah atau lahan di sekitar permukiman yang dapat memperparah kondisi udara yang sudah tidak sehat.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top