PALEMBANG — Seorang tukang bangunan bernama ER (26) menjadi korban penganiayaan berat setelah ditebas menggunakan golok oleh TK. Aksi brutal ini dipicu oleh hal sepele, yakni bisingnya suara knalpot kendaraan.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Jalan Sultan Mansyur, Lorong Lebak Keranji, Kecamatan IB I, Palembang, pada Senin (18/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban tengah bekerja di sebuah lokasi pembangunan yang tak jauh dari rumahnya.
Menurut keterangan ER di hadapan petugas piket pengaduan Polrestabes Palembang, kejadian berawal saat ia sedang sibuk bekerja. Tanpa peringatan, TK tiba-tiba datang dan langsung mengeluarkan sebilah golok dari pinggang sebelah kirinya.
"Saya sedang kerja pak di TKP, lalu datang dia langsung mengeluarkan golok," ujarnya.
Tanpa basa-basi, pelaku langsung mengayunkan goloknya ke arah betis kaki kiri korban hingga membuat ER terjatuh. Belum berhenti di situ, saat korban sudah tak berdaya di tanah, TK kembali membacokkan senjatanya ke lengan tangan kanan korban.
"Terlapor ini membacok saya berkali-kali pak, ke arah betis dan lengan saya," ungkap ER.
Dalam kondisi terluka dan tak mampu melawan, ER berusaha menyelamatkan diri. Ia meraih batu yang berada di dekatnya dan melemparkannya ke arah pelaku. Lemparan tersebut tepat mengenai leher sebelah kiri TK, membuat pelaku sempoyongan.
"Saya tidak bisa melawan pak, jadi saya lempar batu," katanya.
Setelah berhasil memukul mundur pelaku, ER terus mengejar sambil melemparkan batu hingga akhirnya TK melarikan diri ke rumah saudaranya. Korban yang saat itu sudah kelelahan dan terluka memilih untuk pulang ke rumah.
Akibat kejadian ini, ER mengalami luka lecet di betis kaki kiri dan lengan tangan kanan. Seragam kerja korban juga robek akibat sabetan golok. Tak terima dengan perlakuan tersebut, ER langsung melapor ke Polrestabes Palembang pada Senin (10/8/2026) malam.
Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Rifki Syarif, membenarkan telah menerima laporan korban terkait dugaan penganiayaan tersebut. Pihaknya memastikan laporan akan segera ditindaklanjuti.
"Laporan akan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.