MUARA ENIM — Upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Muara Enim akhirnya membuahkan hasil di salah satu dari delapan titik yang terbakar. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim, Alvi Gumara, menyebutkan Desa Pinang Banjar menjadi wilayah pertama yang berhasil dikuasai petugas di lapangan.
"Dari delapan desa yang dilanda karhutla, baru Desa Pinang Banjar yang berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan di lapangan," kata Alvi saat dihubungi dari Palembang, Minggu.
Karhutla yang melanda wilayah Muara Enim kali ini terbilang luas. Berdasarkan pendataan BPBD, total lahan yang terbakar di delapan desa dan kelurahan mencapai lebih dari 22 hektare.
Wilayah yang terdampak meliputi Desa Kerta Mulya, Kemang Bejalu, Danau Tampang, Desa Dalam, Kelurahan Air Lintang, Pinang Banjar, Gunung Megang, dan Desa Gumek Dalam. Api mulai membakar lahan sejak Selasa (4/8) dan Rabu (5/8) pekan lalu.
Untuk Desa Pinang Banjar sendiri, total lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 4 hektare. Saat ini tim masih melakukan proses pendinginan di lokasi guna memastikan tidak ada bara yang kembali menyala menjadi titik api.
Setelah satu titik berhasil dikendalikan, personel gabungan langsung dialihkan untuk memfokuskan pemadaman di tujuh desa lainnya. Langkah ini diambil agar api tidak menyebar lebih luas ke permukiman dan kawasan sekitar.
Pemadaman karhutla dilakukan dari jalur darat dengan melibatkan personel gabungan dari BPBD Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, serta dibantu masyarakat sekitar. Mereka menerjunkan mobil tangki air, nozzle, mesin jinjing, mesin maxtri, dan selang machino untuk menjangkau titik api.
"Pemadaman di tujuh titik lainnya masih berlangsung sampai malam hari dan dilanjut besok pagi dengan kekuatan maksimal," ujar Alvi Gumara.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya memadamkan api di tujuh desa yang tersisa. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan rawan memicu meluasnya kebakaran.