PALEMBANG — Sebanyak 60 pelajar asal Palembang memulai babak baru pendidikan mereka di Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Minggu, untuk mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Program ini merupakan gagasan strategis Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan memutus mata rantai kemiskinan lewat akses pendidikan gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berbasis asrama atau boarding school. Para siswa tidak hanya dibebaskan dari biaya pendidikan, tetapi juga seluruh kebutuhan harian mereka dipenuhi oleh pemerintah.
Fasilitas yang didapatkan meliputi tempat tinggal, makan bergizi tiga kali sehari, seragam, hingga buku pelajaran. Kurikulum yang diterapkan pun bersifat holistik, mencakup akademik, kepemimpinan, keterampilan hidup, pembentukan karakter, dan nilai-nilai nasionalisme.
Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan pelepasan ini merupakan langkah awal bagi para siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang baru. Melalui MPLS, peserta didik diarahkan untuk mengenali budaya sekolah, tata tertib, tenaga pengajar, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
"Para siswa diharapkan dapat mengikuti seluruh tahapan pengenalan lingkungan dengan disiplin dan percaya diri," ujar Sulaiman Amin di Palembang, Minggu.
Pemkot Palembang berharap para pelajar yang dikirim mampu membentuk karakter yang mandiri, berakhlak mulia, dan berprestasi selama menempuh pendidikan di OKI. Keberangkatan 60 siswa ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan akses pendidikan inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Program Sekolah Rakyat sendiri dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas.