SUMATERA SELATAN — X, platform yang dimiliki Elon Musk, mengumumkan penghentian program Revenue Sharing yang selama ini berjalan. Mulai 8 September, kreator yang ingin tetap mendapat penghasilan dari platform harus beralih ke skema baru bernama Original Content Rewards.
Perubahan ini dikonfirmasi langsung oleh tim X melalui unggahan resmi. Program lama akan berhenti menerima pendaftaran baru, sementara peserta yang sudah terdaftar masih bisa menikmati penghasilan hingga 7 September.
Original Content Rewards adalah skema pembayaran baru yang menekankan konten orisinal. X menyebut program lama "tidak selaras" karena insentifnya lebih menguntungkan akun yang sekadar mengumpulkan tayangan tanpa menghasilkan konten baru.
Allegra Jacchia, perwakilan X, menjelaskan alasan perombakan ini dalam unggahannya.
"Kreator seharusnya fokus membawa konten baru ke platform, bukan memaksimalkan pembayaran. Kami bisa saja terus menambah aturan dan pengecualian, tapi keputusan yang lebih baik adalah memulai dari awal dan membangun program yang dirancang untuk menghargai orisinalitas," ujar Jacchia.
Untuk bisa mengikuti Original Content Rewards, kreator tetap wajib berlangganan salah satu tier Premium X. Ada dua ambang batas yang harus dipenuhi:
Perbedaan paling mencolok ada pada definisi konten yang layak dibayar. X kini membedakan secara tegas antara konten orisinal dan konten yang sekadar disalin.
X memberikan beberapa contoh konten yang memenuhi syarat Original Content Rewards:
Sebaliknya, unggahan yang hanya disalin dari akun lain, diunduh lalu diunggah ulang, atau me-repost tanpa transformasi berarti tidak akan dihitung sebagai konten orisinal. X menegaskan bahwa jika konten kreator rutin menggunakan materi milik orang lain, mereka harus menyumbangkan nilai orisinal yang signifikan agar tetap memenuhi pedoman.
Perombakan ini bukan langkah pertama X mereformasi sistem pembayaran kreator. Sebelumnya pada April, X sudah mengurangi pembayaran untuk akun agregator dan clickbait. Namun, kebijakan itu memicu protes dari akun populer yang diuntungkan sistem lama, hingga Musk akhirnya mengembalikan sebagian perubahan—memberi bobot lebih besar pada audiens lokal kreator saat menghitung pembayaran.
Jacchia mengakui program lama "sudah mencapai titik di mana insentifnya tidak selaras." Ia menambahkan bahwa X akan terus menyempurnakan program, memperbaiki model, dan menaikkan standar seiring waktu.
Bagi kreator Indonesia yang selama ini mengandalkan Revenue Sharing, perubahan ini berarti harus mengevaluasi ulang strategi konten. Akun yang terbiasa mengunggah ulang konten viral dari platform lain berisiko kehilangan sumber pendapatan, sementara kreator yang memang memproduksi konten orisinal justru punya peluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di bawah skema baru.