SUMATERA SELATAN — Memasuki Agustus 2026, persaingan di segmen mobil listrik entry-level tidak lagi didominasi satu nama. Tiga model—BYD Atto 1, Geely EX2, dan Jaecoo J5 EV—masing-masing menawarkan pendekatan yang berbeda terhadap kebutuhan harian. Pilihan di kelas ini kini bukan sekadar soal merek, melainkan prioritas: apakah kamu mau mengorbankan tenaga demi harga termurah, atau membayar lebih untuk fitur keselamatan dan akselerasi.
BYD Atto 1 menempati posisi paling bawah dari segi harga dengan varian Dynamic Rp205 juta dan Premium Rp245 juta. Untuk angka tersebut, kamu sudah mendapatkan head unit 10,1 inci, panel instrumen digital 7 inci, Apple CarPlay, Android Auto, hingga wireless charger. Ukuran bodinya yang compact jelas menjadi nilai jual utama untuk pengguna yang mayoritas berkutat di kemacetan kota.
Namun, ada catatan besar yang perlu kamu sadari. Motor listriknya hanya menghasilkan 55 kW (sekitar 74 dk) dengan torsi 135 Nm. Ini angka yang jauh di bawah standar mobil modern—bahkan untuk ukuran city car. Baterai 30,08 kWh atau 38,88 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga 380 km memang cukup untuk komuter, tapi jangan berharap mobil ini gesit saat menyalip di jalan tol.
Kesimpulannya, Atto 1 adalah mobil listrik termurah yang layak dipertimbangkan, tetapi kamu membayar murah untuk tenaga yang juga minim. Cocok untuk pengguna yang murni butuh transportasi titik A ke B tanpa ambisi performa.
Naik kelas ke Geely EX2 yang dibanderol Rp239,9 juta (Pro) dan Rp269,9 juta (Max), kamu mendapatkan peningkatan signifikan. Kabinnya sudah memakai layar 14,6 inci dengan sistem Flyme Auto, kamera 540 derajat dengan transparent chassis, dan frunk 70 liter yang berguna untuk menyimpan kabel atau barang kecil. Baterai 40,16 kWh dengan klaim jarak tempuh 410 km (CLTC) menempatkannya di atas Atto 1.
Nilai jual utama EX2 justru ada pada kemampuan DC fast charging yang bisa mengisi daya dari 30% ke 80% hanya dalam 25 menit. Ini adalah angka yang sangat relevan untuk pengguna Indonesia yang sering khawatir soal waktu ngecas di SPKLU. Tenaga yang dihasilkan memang tidak disebutkan dalam data, tapi dari spesifikasi baterainya, mobil ini jelas diarahkan untuk efisiensi, bukan kecepatan.
EX2 adalah pilihan paling "masuk akal" di kelas ini: harga tidak terlalu tinggi, fitur modern, dan charging cepat. Kekurangannya, ruang kabin yang lega mungkin terasa sia-sia jika kamu tidak sering membawa penumpang atau barang bawaan besar.
Jaecoo J5 EV mengambil posisi berbeda dengan harga mulai Rp279,9 juta. Angka ini mungkin membuatmu berpikir dua kali, tapi lihat dulu spesifikasinya: motor listrik 155 kW (211 PS) dengan torsi 288 Nm, akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,3 detik, dan baterai 60,9 kWh dengan jarak tempuh lebih dari 400 km. Ini adalah level performa yang tidak bisa didekati oleh dua kompetitornya di artikel ini.
Data wholesales Januari-Juni 2026 menunjukkan J5 EV terjual 16.990 unit, mengungguli BYD Atto 1 dan Geely EX2. Respons pasar ini masuk akal—untuk selisih harga sekitar Rp30-70 juta dari EX2, kamu mendapatkan tenaga hampir tiga kali lipat dari Atto 1 plus 17 fitur ADAS. Kabin yang lebih lega juga menjadi nilai tambah untuk perjalanan jarak jauh.
Namun, perlu diingat bahwa harga Rp279,9 juta sudah keluar dari "zona nyaman" 200 jutaan. Jika anggaranmu mentok di Rp250 juta, J5 EV jelas di luar jangkauan. Dan dengan tenaga sebesar itu, konsumsi energi listriknya juga bisa jadi lebih boros dibanding EX2 meski baterainya lebih besar.
Keputusan akhir kembali ke profil pengguna. BYD Atto 1 adalah pilihan paling rasional untuk budget ketat—kamu dapat mobil listrik dengan fitur lengkap dan biaya operasional rendah, asal rela dengan tenaga yang pas-pasan. Geely EX2 adalah pilihan paling seimbang untuk keluarga muda yang butuh ruang, fitur modern, dan charging cepat tanpa harus membayar mahal untuk performa yang tidak terpakai.
Jaecoo J5 EV jelas menjadi pilihan terbaik jika kamu mengutamakan performa dan teknologi keselamatan. Tapi ingat, mobil ini bukan untuk semua orang. Jika kebutuhanmu hanya komuter dalam kota dengan budget maksimal Rp250 juta, membayar Rp279,9 juta untuk akselerasi 7,3 detik yang jarang dipakai adalah pemborosan. Sebaliknya, jika kamu sering melakukan perjalanan antar kota dan menghargai tenaga ekstra untuk menyalip, J5 EV adalah satu-satunya pilihan yang masuk akal di kelas ini.