Karhutla Muncul di Sekitar Bandara Atung Bungsu Pagaralam, Kepala Bandara Minta Warga Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Penulis: Ahmad Syukri  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 13:34:31 WIB
Petugas memantau titik api karhutla di sekitar Bandara Atung Bungsu, Pagaralam, Sumatera Selatan.

PAGARALAM — Titik api yang muncul di kawasan Bandara Atung Bungsu, Pagaralam, Sumatera Selatan, menjadi alarm dini di tengah puncak musim kemarau. Kepala Bandara Atung Bungsu, Aminoto Sastra, memastikan hingga saat ini Karhutla tersebut belum berdampak pada aktivitas penerbangan.

"Terkait dengan kejadian Karhutla di area Bandara Atung Bungsu, tidak berdampak pada jadwal penerbangan," kata Aminoto Sastra.

Asap dan Lahan Kering: Kombinasi yang Membuat Api Cepat Meluas

Meski belum mengganggu operasional, keberadaan api di sekitar bandara tidak bisa dianggap remeh. Kondisi lahan yang mengering akibat kemarau membuat vegetasi mudah terbakar. Jika tidak segera ditangani, api berpotensi menjalar ke area yang lebih luas.

Ancaman terbesar sebenarnya bukan hanya api, melainkan asap yang dihasilkan. Kepulan asap dalam jumlah besar dapat menurunkan jarak pandang dan kualitas udara—dua faktor krusial yang menentukan keselamatan lalu lintas penerbangan.

Pemicu Utama: Puntung Rokok dan Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar

Aminoto secara khusus menyoroti kebiasaan warga yang kerap memicu kebakaran di musim kemarau. Ia meminta masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di sekitar kawasan bandara.

"Kami berharap kepada masyarakat agar jangan membuang puntung rokok secara sembarangan, terutama di sekitar area Bandara Atung Bungsu," ujarnya.

Bara kecil dari puntung rokok yang dibuang di atas rerumputan kering atau semak belukar dapat dengan cepat berubah menjadi api besar. Angin kering musim kemarau mempercepat proses perambatan api ke area lain.

Selain puntung rokok, praktik membuka lahan dengan cara membakar juga menjadi perhatian serius. Aminoto menegaskan larangan tersebut demi menjaga keamanan kawasan bandara.

"Jangan membuka lahan dengan cara dibakar pada musim kemarau, khususnya di sekitar area Bandara Atung Bungsu," tegas Aminoto.

Bandara Atung Bungsu: Gerbang Udara yang Harus Terus Terjaga

Bandara Atung Bungsu merupakan fasilitas transportasi udara penting yang menghubungkan warga Pagaralam dengan daerah lain. Gangguan operasional akibat Karhutla tentu akan berdampak langsung pada mobilitas masyarakat.

Untuk saat ini, jadwal penerbangan masih berjalan normal. Namun, kewaspadaan tidak boleh menurun. Upaya pencegahan sejak dari sumbernya menjadi kunci agar kawasan sekitar bandara tetap aman dari ancaman kebakaran dan asap.

Masyarakat diimbau aktif melaporkan potensi titik api dan tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran. Menjaga kondisi penerbangan tetap normal adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas petugas bandara.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top