MUARA ENIM — Upaya pemadaman karhutla di Kabupaten Muara Enim masih berlangsung hingga akhir pekan ini. Dari lima titik yang terbakar selama dua hari berturut-turut, baru satu lokasi yang berhasil dikuasai, sementara empat desa lainnya masih menyisakan api dan kepulan asap.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim, Alvi Gumara, menyampaikan bahwa titik yang berhasil dipadamkan berada di Kelurahan Air Lintang. "Untuk hari ini baru karhutla di Kelurahan Air Lintang yang berhasil dipadamkan hingga tidak lagi berasap," katanya saat dihubungi dari Palembang.
Fokus pemadaman kini dialihkan ke empat titik lainnya. Personel gabungan masih dikerahkan untuk menjinakkan api di Desa Kerta Mulya, Desa Kemang Bejalu, Danau Tampang, dan Desa Dalam.
Luas lahan yang terbakar di lima lokasi tersebut mencapai lebih dari 10 hektare. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (4/8) dan Rabu (5/8) lalu, menjadikan kawasan tersebut salah satu wilayah dengan sebaran titik api terbanyak di Sumatera Selatan pekan ini.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan mengerahkan berbagai peralatan berat. Tim gabungan membawa mobil tangki air, nozzle, mesin jinjing, mesin maxtri, serta selang machino untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.
Alvi Gumara menambahkan bahwa personel dari BPBD Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, dan masyarakat sekitar bahu-membahu memadamkan api. Kerja sama ini menjadi kunci utama dalam upaya mencegah meluasnya kebakaran ke area permukiman maupun lahan produktif.
Meski tim gabungan terus berupaya, kondisi cuaca menjadi faktor penentu yang tidak bisa dikendalikan. Pihak BPBD berharap hujan dapat turun untuk membantu mempercepat proses pendinginan lahan yang masih terbakar.
"Saat ini pemadaman di empat desa masih berlangsung dan akan dilanjutkan kembali besok jika api belum padam. Mudah-mudahan saja malam ini turun hujan sehingga tidak ada lagi titik api," harap Alvi Gumara.
Karhutla di wilayah ini menjadi peringatan akan tingginya kerentanan lahan gambut dan semak belukar di Muara Enim pada musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas serta menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas warga.