OGAN ILIR — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan kian berat. Tim Manggala Agni yang diterjunkan ke lapangan harus berjibaku melawan api di Kabupaten Ogan Ilir dengan keterbatasan pasokan air, menyusul kanal-kanal yang selama ini menjadi sumber air utama kini dalam kondisi kering.
Kondisi tersebut memaksa petugas mencari alternatif sumber air lain yang jaraknya lebih jauh dari titik api. Akibatnya, proses pemadaman berjalan lebih lambat dari perkiraan, terutama untuk area lahan gambut yang apinya menjalar ke dalam tanah.
Kekeringan yang melanda sejumlah kanal di Ogan Ilir menjadi kendala utama di lapangan. Padahal, air dari kanal biasanya menjadi andalan utama untuk memutus rantai api di permukaan dan mendinginkan bara di bawah tanah.
Tanpa pasokan air yang memadai, petugas hanya mengandalkan alat pemadam portabel dan upaya manual lainnya. Situasi ini tentu meningkatkan risiko api meluas ke area yang belum terbakar.
Tidak hanya Ogan Ilir, kebakaran lahan dilaporkan masih terjadi di beberapa wilayah lain di Provinsi Sumatera Selatan. Kondisi cuaca yang panas dan angin kencang turut memperparah penyebaran api di lapangan.
Manggala Agni terus berupaya melakukan patroli dan pemadaman secara intensif. Namun, efektivitas penanganan sangat bergantung pada akses air dan kondisi medan yang sulit dijangkau.
Tim gabungan di lapangan diharapkan segera menemukan solusi untuk mengatasi krisis air, salah satunya dengan memanfaatkan pompa air berkapasitas besar dari sumber air yang lebih jauh. Koordinasi dengan pemerintah daerah setempat juga menjadi kunci untuk mempercepat proses penanganan karhutla di Sumatera Selatan.