Bupati Ogan Ilir Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Simulasi Pemadaman Digelar di Tanjung Senai

Penulis: Zulkarnain Hamid  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:34:01 WIB
Ratusan personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan instansi terkait mengikuti apel kesiapsiagaan karhutla di halaman KPT Tanjung Senai, Ogan Ilir.

INDRALAYA — Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi mengikuti apel siaga di halaman KPT Tanjung Senai. Mereka berasal dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Manggala Agni, serta relawan penanggulangan bencana.

Apel tersebut bukan sekadar seremonial. Setelah rangkaian apel usai, digelar gladi gabungan yang mensimulasikan proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di lapangan. Simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan personel, kelayakan peralatan, sistem komunikasi, serta efektivitas koordinasi lintas sektor saat menghadapi kondisi darurat.

Pencegahan Lebih Utama daripada Pemadaman

Dalam amanatnya, Panca Wijaya Akbar menekankan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama dibandingkan penanganan setelah api membesar. Ia meminta seluruh personel memperkuat patroli di titik-titik rawan kebakaran dan mengedepankan tindakan preventif.

"Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Saya meminta seluruh personel yang terlibat untuk terus meningkatkan koordinasi, memperkuat patroli di wilayah rawan, serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan agar bencana asap akibat Karhutla dapat diminimalkan," tegas Bupati di hadapan peserta apel.

Edukasi Warga Jadi Kunci Penekan Titik Api

Selain patroli, Bupati Ogan Ilir menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat. Ia mengingatkan agar warga tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, sebuah praktik yang kerap menjadi pemicu utama meluasnya karhutla di wilayah Sumatera Selatan.

Panca Wijaya Akbar berharap seluruh unsur yang terlibat mampu bergerak cepat, tepat, dan terpadu apabila kebakaran benar-benar terjadi. Sinergi antarinstansi dinilai krusial untuk mencegah dampak asap meluas hingga mengganggu aktivitas warga dan kesehatan masyarakat.

Gladi Gabungan Uji Kesiapan Alat dan Koordinasi Lapangan

Rangkaian gladi yang digelar usai apel menjadi tolok ukur kesiapan teknis di lapangan. Skenario simulasi melibatkan proses deteksi dini, mobilisasi personel, hingga upaya pemadaman yang melibatkan berbagai perangkat daerah dan instansi vertikal.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Ogan Ilir menegaskan komitmennya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman Karhutla. Perlindungan masyarakat dari dampak bencana asap serta menjaga kelestarian lingkungan menjadi fokus utama melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Ogan Ilir.

Reporter: Zulkarnain Hamid
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top