MUARA ENIM — Farel Gibran (12) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dilaporkan tenggelam di Sungai Enim, Selasa (28/7). Jasad bocah tersebut mengambang di aliran sungai, sekitar satu kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang.
"Jasad korban ditemukan Selasa sekitar pukul 18.30 WIB," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Muara Enim Alvi Gumara saat dihubungi dari Palembang, Rabu.
Operasi pencarian melibatkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas Muara Enim, TNI, Polri, dan warga sekitar. Mereka menyisir sungai menggunakan tiga unit perahu karet dan peralatan pendukung lainnya.
Tim gabungan juga melakukan penyisiran dengan berjalan kaki di sepanjang bantaran sungai di sekitar lokasi kejadian. Upaya ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sebelum akhirnya korban ditemukan.
Setelah ditemukan, jenazah Farel langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Alvi mengonfirmasi bahwa proses pemakaman telah dilakukan oleh keluarga korban.
"Jenazah korban sudah dievakuasi ke rumah duka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga," ujarnya.
Peristiwa ini mendorong BPBD Muara Enim kembali mengingatkan warga, terutama orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di sekitar sungai. Alvi menekankan risiko tinggi yang mengintai jika anak-anak dibiarkan bermain tanpa pendampingan.
"Warga harus lebih waspada dan berhati-hati dengan tidak membiarkan anak-anak bermain sendiri di sekitar sungai," ujarnya.
Kejadian tenggelam di sungai masih menjadi ancaman serius di wilayah Muara Enim, terutama saat musim liburan atau akhir pekan ketika anak-anak lebih sering bermain di luar rumah.