Dinas Kesehatan Kota Palembang mengoperasikan posko kesehatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 18 kecamatan untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat asap pada musim kemarau 2026. Posko beroperasi 24 jam dengan tenaga medis dari puskesmas setempat, sementara enam puskesmas tambahan disiagakan penuh untuk menangani gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Dinas Kesehatan Palembang dr Fenty Aprina meminta warga tidak menunda berobat jika muncul keluhan batuk, sesak napas, atau iritasi mata.
PALEMBANG — Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Fenty Aprina menyatakan posko kesehatan karhutla tersebar di 18 kecamatan dan beroperasi penuh selama 24 jam. Petugas medis dari sejumlah puskesmas di wilayah kecamatan bersangkutan bekerja bergiliran dalam tiga jadwal shift.
"Jika warga mengalami gangguan kesehatan dampak asap seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) silakan menghubungi petugas Posko Kesehatan Karhutla yang tersebar di 18 kecamatan," kata Fenty di Palembang, Rabu.
Pendirian posko dilakukan secara situasional. Lokasi dan jumlahnya menyesuaikan titik karhutla yang muncul serta kebutuhan warga di sekitar area terdampak.
Enam Puskesmas Siaga 24 Jam untuk Pasien ISPA
Selain posko kecamatan, Dinkes Palembang menyiagakan enam puskesmas yang melayani 24 jam khusus warga dengan gejala ISPA. Keenamnya adalah Puskesmas Pembina, Puskesmas Alang-Alang Lebar, Puskesmas Sukarame, Puskesmas Sei Selincah, Puskesmas Basuki Rahmat, dan Puskesmas Sematang Borang.
Langkah ini menyasar kelompok rentan. Anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat gangguan pernapasan paling berisiko mengalami perburukan kondisi saat kualitas udara memburuk.
Wali Kota: Penanganan Karhutla Bukan Hanya Pemadaman Api
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan pendirian posko kesehatan memastikan penanganan dampak kebakaran lahan tidak hanya berfokus pada pemadaman api. Perlindungan kesehatan warga yang terdampak juga menjadi prioritas.
"Pendirian Posko Kesehatan Karhutla untuk memastikan penanganan dampak kebakaran lahan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan kesehatan warga yang terdampak," ujar Ratu Dewa.
Gejala yang Perlu Diwaspadai dan Langkah Pencegahan
Warga diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan atau menghubungi petugas posko jika mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gejala ISPA lain. Menunda pemeriksaan berisiko memperparah kondisi, terutama bagi lansia dan anak-anak.
Ratu Dewa juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk. Masker wajib dipakai saat harus beraktivitas di luar rumah.
Palembang bersama sejumlah daerah di Sumatera Selatan memasuki musim kemarau 2026 dengan risiko karhutla meningkat. Asap dari kebakaran lahan kerap terbawa angin ke permukiman dan menurunkan kualitas udara di kawasan padat penduduk.