Pemerintah Kota Palembang menyalurkan 64 tangki air bersih setiap hari ke Kecamatan Seberang Ulu dan Sukarami untuk membantu warga yang kesulitan mendapat air akibat kemarau panjang. Penyaluran bantuan tersebut berjalan bersamaan dengan penguatan layanan kesehatan dan pembagian masker bagi kelompok rentan di tengah dampak kabut asap karhutla. Wali Kota Ratu Dewa memastikan seluruh armada pemadam kebakaran disiagakan merespons laporan kebakaran lahan.
PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang menempatkan penanganan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan sebagai prioritas, dengan mendistribusikan air bersih ke dua kecamatan yang paling terdampak. Sebanyak 64 tangki dikerahkan setiap hari ke Kecamatan Seberang Ulu dan Sukarami agar warga tetap mendapat pasokan untuk kebutuhan sehari-hari.
Wali Kota Ratu Dewa menyebut penanganan tidak berhenti pada suplai air. Puskesmas dan fasilitas kesehatan di seluruh kota disiagakan menerima warga dengan gangguan pernapasan atau gejala ISPA akibat paparan kabut asap.
Pembagian Masker Menyasar Anak, Lansia, dan Warga Sakit Pernapasan
Pemkot Palembang mengintensifkan pembagian masker dengan prioritas kelompok rentan: anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan. Masker dinilai sebagai perlindungan paling cepat di tengah kualitas udara yang memburuk.
Kegiatan belajar juga disesuaikan. Aktivitas di luar ruangan dibatasi ketika kondisi udara tidak memungkinkan, sebagai langkah pencegahan terhadap risiko paparan asap pada pelajar.
Armada Pemadam Disiagakan, Koordinasi Damkar dan BPBD Diperketat
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palembang meningkatkan koordinasi operasional. Seluruh armada pemadam berada dalam posisi siaga tinggi agar mampu merespons laporan kebakaran lahan maupun semak belukar dengan cepat.
Langkah itu diambil karena titik kebakaran di area Palembang bisa muncul sewaktu-waktu selama musim kemarau. Respons cepat dinilai menentukan apakah api membesar atau bisa dipadamkan sebelum menyebar ke permukiman.
Wali Kota Akui Kekhawatiran Warga, Minta Penanganan Tetap Fokus
Ratu Dewa menegaskan pihaknya memahami kecemasan masyarakat, terutama soal dampak asap, kesehatan anak-anak, dan kebutuhan air bersih.
"Kami memahami kekhawatiran masyarakat, terutama terhadap dampak asap, kesehatan anak-anak, dan kebutuhan air bersih. Kami tidak menganggap kondisi ini ringan, tetapi justru berusaha tetap fokus agar langkah penanganannya tepat," ujarnya.
Instruksi kepada jajaran pemerintah kota sudah dikeluarkan agar penanganan di lapangan diperkuat lewat langkah konkret, mulai dari sektor kesehatan hingga distribusi air. Penyaluran air bersih ke Seberang Ulu dan Sukarami akan terus berjalan selama kemarau panjang belum berakhir.