Pencarian

66 Titik Karhutla di Sumsel, Hanya 3 di Dalam Kota Palembang Saat ISPU Tembus 717

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:01:32 WIB
66 Titik Karhutla di Sumsel, Hanya 3 di Dalam Kota Palembang Saat ISPU Tembus 717
Petugas memadamkan lahan terbakar di Perumahan Orison View, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang.

PALEMBANG — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Kemas Haikal, menyatakan tiga titik karhutla di dalam kota telah ditangani petugas. Penanganan berlangsung sejak Selasa sore hingga Rabu (7/10/2026).

"Jadi bukan dari kebakaran lahan di dalam kota Palembang," tegas Kemas Haikal, Rabu (7/10/2026) sore.

Menurut dia, petugas pemadam kebakaran terus bekerja memadamkan lahan yang terbakar di sejumlah lokasi terdeteksi. Upaya itu dilakukan tanpa jeda sejak sehari sebelumnya.

"Petugas kami terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar, sejak kemarin sore," ujarnya.

Tiga Lokasi Karhutla di Wilayah Kota Palembang

Data pembaruan penanganan karhutla per Rabu (7/10/2026) mencatat tiga lokasi kebakaran lahan di Kota Palembang. Ketiganya tersebar di dua kecamatan, yakni Sukarami dan Kertapati.

  • Perumahan Orison View, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Ditangani pukul 09.22 WIB hingga 10.35 WIB oleh Unit 05 Pos AAL dan Unit 01 Pos Kemuning.
  • Perumahan Putramas Residence 2, Jalan Gotong Royong, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami. Penanganan pukul 13.22 WIB hingga 14.12 WIB oleh Unit 05 Pos Alang-Alang Lebar.
  • Jalan Mayor Jenderal Satibi Darwis, Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati. Pemadaman pukul 13.34 WIB hingga 16.35 WIB dengan mengerahkan Unit 20 dan P2 Pos Gandus serta Unit 23 Pos Kertapati.

Ketiga titik itu telah dinyatakan padam. Meski begitu, persoalan asap tetap menjadi perhatian karena kualitas udara Palembang pada hari yang sama berada di level sangat buruk.

ISPU Bukit Kecil Sentuh 717, Kategori Berbahaya

Data ISPUnet KLHK Stasiun Palembang Bukit Kecil per Rabu (7/10/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara mencapai 717. Angka itu masuk kategori Berbahaya.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan warga. Penanganan cepat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Dengan tiga titik dalam kota yang sudah dipadamkan sementara mayoritas kejadian karhutla Sumsel berada di luar wilayah Palembang, Pemkot Palembang mendasarkan keterangannya pada data tersebut. Namun pergerakan asap sangat dipengaruhi kondisi atmosfer dan arah angin.

Sumber asap secara spesifik tetap perlu ditelusuri berdasarkan data pemantauan dan analisis instansi terkait.

Karhutla Sumsel Fluktuatif, Akumulasi Capai 4.602 Kejadian

Data Pusdalops BPBD Provinsi Sumsel menunjukkan kejadian karhutla di Sumatera Selatan masih fluktuatif dalam sepekan terakhir. Setelah turun menjadi 53 kejadian pada 5 Oktober 2026, jumlahnya kembali naik menjadi 66 kejadian pada 6 Oktober 2026.

Rincian sebelumnya, pada 30 September tercatat 70 kejadian, lalu meningkat menjadi 76 kejadian pada 1 Oktober. Setelah itu tercatat 70 kejadian pada 2 Oktober, 68 kejadian pada 3 Oktober, dan 58 kejadian pada 4 Oktober.

Secara akumulatif, jumlah kejadian karhutla di Sumatera Selatan sejak Januari hingga 6 Oktober 2026 mencapai 4.602 kejadian. Angka itu menegaskan penanganan karhutla dan dampak asap masih menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.

Bagi warga Palembang, kualitas udara kategori Berbahaya menjadi perhatian utama. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan instansi terkait, terutama ketika kondisi atmosfer kembali memburuk.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: viralsumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks