Pencarian

Polri Matangkan Pengamanan MotoGP Mandalika 2026, Fokus Jalur Evakuasi hingga Antisipasi Karhutla

Jumat, 02 Oktober 2026 • 15:18:01 WIB
Polri Matangkan Pengamanan MotoGP Mandalika 2026, Fokus Jalur Evakuasi hingga Antisipasi Karhutla
Kapolda NTB memimpin Tactical Floor Game Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Kuta-Mandalika, Lombok Tengah.

SUMATERA SELATAN — Kepolisian Republik Indonesia menggelar Tactical Floor Game Operasi Mandalika Rinjani 2026 di Kuta-Mandalika, Lombok Tengah, Kamis (1/10/2026), untuk mematangkan pola pengamanan Pertamina Grand Prix of Indonesia. Dalam simulasi itu, Astamaops Kapolri Komjen Pol Roycke Harry Langie menekankan empat sasaran utama pengamanan: orang, barang atau fasilitas, lokasi, serta rangkaian kegiatan.

TFG berlangsung di Ball Room Raja Hotel, Kuta-Mandalika, dan dihadiri langsung Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja bersama jajaran. Forum ini menjadi ruang simulasi visual sebelum personel diterjunkan ke lapangan.

Kapolda NTB menyebut penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda olahraga internasional. Menurutnya, event ini membawa nama Indonesia ke panggung dunia sehingga aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan tamu maupun peserta menjadi penentu keberhasilan.

"Bagi Polda NTB, penyelenggaraan MotoGP Mandalika bukan sekadar agenda olahraga internasional. Event ini membawa nama Indonesia ke panggung dunia. Karena itu, keamanan, keselamatan dan kenyamanan seluruh tamu maupun peserta menjadi bagian penting dari keberhasilan penyelenggaraannya," ungkap Irjen Pol Kalingga.

Rangkaian Operasi Kepolisian Sebelum Hari-H

Polda NTB lebih dulu menjalankan Operasi Kresna Mandalika Rinjani pada 14-27 September 2026 dengan sekitar 200 personel. Berlanjut ke Operasi Cipta Mandalika Rinjani pada 28 September-4 Oktober yang mengerahkan 500 personel untuk menjaga kamtibmas di Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.

Sepuluh polres lain di NTB menjalankan operasi imbangan guna menciptakan kondisi kondusif menjelang, selama, dan setelah gelaran MotoGP. Tahapan berikutnya ditingkatkan melalui Operasi Mandalika Rinjani Kontijensi, skema yang disiapkan untuk gangguan yang butuh penanganan cepat.

"Kita progresikan manajemen krisis. Ketika ada gangguan yang timbul, kami sudah siap dalam pelaksanaan kontijensi. Mari kita amankan Mandalika, kita jaga kepercayaan dunia dan kita buktikan Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang aman, profesional dan berkelas dunia," tegas Kalingga.

Empat Sasaran Pengamanan dan Titik Rawan di Sirkuit

Komjen Pol Roycke menilai TFG berfungsi mengurai seluruh sasaran pengamanan supaya setiap personel paham peran dan cara bertindaknya. Ia meminta pola operasi terus disempurnakan lewat analisis potensi kerawanan, termasuk penggunaan call sign dan kesiapan pos pengamanan sesuai tingkat risiko.

"TFG ini simulasi secara visual. Kita merangkai sasaran pengamanan supaya jelas siapa berbuat apa, cara bertindaknya bagaimana dan tidak ada lagi yang raba-raba saat pelaksanaan," katanya.

Pengaturan jalur keluar-masuk, drop off, parkir, hingga jalur escape diminta dipastikan sejak awal. Peta lokasi lengkap perlu disiapkan agar pergerakan tamu, personel, dan kendaraan berlangsung terarah.

"Jalur masuk, jalur keluar, jalur parkir, pembagian area dan jalur escape harus jelas. Termasuk helipad, karena nanti banyak pejabat negara yang akan hadir," tutur Roycke.

Antisipasi Karhutla dan Penguatan Informasi ke Warga

Kebakaran lahan menjadi perhatian tersendiri. Roycke meminta jajaran mencegah titik panas berkembang menjadi karhutla yang bisa mengganggu pandangan pembalap maupun aktivitas di sekitar sirkuit.

"Hotspot harus dipantau. Lahan di sekitar lokasi perlu dibasahi untuk mengurangi potensi karhutla. Humas dan Bhabinkamtibmas juga perlu menyampaikan imbauan kepada masyarakat," pesannya.

Penguatan komunikasi publik lewat media lokal dinilai penting. Imbauan soal barang bawaan, alur kedatangan, keselamatan anak, hingga informasi jalur keluar-masuk harus tersampaikan sebelum event berlangsung.

"Masih ada waktu untuk bermain di sisi komunikasi. Humas perlu menyampaikan imbauan melalui televisi daerah, radio dan kanal informasi lainnya, agar masyarakat memahami aturan sebelum datang ke lokasi," tandasnya.

Seluruh unsur pengamanan juga diminta mendapat briefing menyeluruh. Setiap kepala pengamanan objek harus memahami personel, tugas, serta cara bertindak agar semua titik pengamanan terintegrasi.

"Jangan sampai personel justru fokus menonton event. Sedikit melirik boleh, tetapi tugas pengamanan harus tetap menjadi fokus utama," tegas Komjen Pol Roycke.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks