SUMATERA SELATAN — Audible meluncurkan tiga fitur baru yang memungkinkan pendengar melacak tokoh cerita, menjelajahi latar tempat, dan berinteraksi dengan karakter buku audio memakai kecerdasan buatan generatif. Perusahaan milik Amazon itu memperkenalkan panduan karakter, cerita interaktif, serta informasi tambahan soal tempat dan citra yang disebut dalam buku. Langkah ini menandai respons Audible terhadap persaingan yang makin ketat di pasar buku audio Amerika Serikat yang nilainya mencapai US$2,43 miliar pada 2025.
Audible mengumumkan peluncuran tiga fitur baru yang menyasar pengalaman mendengarkan buku audio. Fitur pertama adalah panduan karakter yang menampilkan siapa sedang berbicara secara real time di halaman pemutar, sehingga pendengar tidak kehilangan alur cerita. Fitur ini juga menyediakan kartu karakter tanpa bocoran plot, lengkap dengan narator di balik suara dan biografinya.
Panduan Karakter Mulai dari Dracula
Panduan karakter akan debut lewat rilisan Audible Original "Dracula" pada 1 Oktober. Audible menyebut pengguna nantinya bisa berinteraksi dengan panduan tersebut untuk mengajukan pertanyaan soal cerita yang sedang berjalan. Buku audio lain yang kebagian fitur ini termasuk versi Audible Original dari "1984" karya George Orwell serta "Exoplanet" dari penulis Benjamin Percy dan produser eksekutif Andy Weir.
Cerita Interaktif Bertenaga AI Generatif
Fitur ketiga, cerita interaktif, juga hadir di "Dracula" dan "Exoplanet". Pengguna diajak masuk ke dalam cerita lewat pengalaman bonus berupa percakapan dengan karakter buku. Dalam "Dracula", pendengar bisa berinteraksi dengan Renfield, pelayan Dracula.
Karakter akan berbicara lebih dulu, memberi pendengar peran, tujuan, dan taruhan. Pendengar lalu merespons dengan kata-katanya sendiri, dan karakter bereaksi secara real time. Audible menegaskan para kreator terlibat dalam fondasi cerita interaktif agar alurnya tetap sesuai visi penulis asli.
Eksplorasi Tempat dan Citra dalam Buku
Fitur kedua memungkinkan pendengar melihat citra tambahan dan informasi bonus soal landmark atau tempat yang disebut dalam buku. Fitur ini kali pertama hadir di satu judul, "The Cultural Tutor: A Modern Guide to History, Art, and Philosophy in 49 Short Chapters" karya Sheehan Quirke. Buku itu membahas puisi, seni, arsitektur, dan geografi lewat pelajaran singkat.
Konteks Pasar Buku Audio AS
Penjualan buku audio di Amerika Serikat menyentuh US$2,43 miliar pada 2025. Lonjakan permintaan datang dari meluasnya penggunaan smartphone, jadwal kerja yang padat, dan komunitas BookTok di TikTok yang mendorong genre fiksi, sci-fi, thriller, serta romantasy. Audible menghadapi tekanan kompetisi dari Spotify yang makin agresif di segmen buku audio.
"These new features invite listeners into a story in ways that simply weren't possible before, marking the latest step in our nearly 30-year journey to push audio storytelling forward," kata Chief Content Officer Audible, Rachel Ghiazza, dalam pernyataannya soal peluncuran ini. "We're excited to build on these while working hand in hand with creators, because we know that more time spent with stories benefits everyone who helps bring them to life."
Uji Coba Terbatas di Sejumlah Judul
Ketiga fitur diluncurkan dalam skala kecil dan baru menyentuh segelintir judul. Audible belum menyebut jadwal perluasan ke buku audio lain maupun ketersediaan di pasar luar Amerika Serikat. Peluncuran ini menjadi penanda arah Audible yang mengandalkan AI generatif untuk mempertahankan posisinya di pasar buku audio global.