SUMATERA SELATAN — Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 dakwaan pelanggaran aturan finansial Premier League oleh komisi independen. Putusan ini membuka jalan bagi sanksi berat, termasuk kemungkinan pencabutan gelar juara, meski klub berencana mengajukan banding.
Laporan jurnalis The Athletic, David Ornstein, pada Jumat (25/9) menyebut komisi independen telah mengeluarkan putusan setelah proses hukum yang berlangsung panjang. Dakwaan terhadap City pertama kali dilayangkan pada Februari 2023, buah investigasi bertahun-tahun atas aktivitas finansial klub.
Meski putusan pelanggaran sudah keluar, hukuman resmi belum dijatuhkan. Manchester City masih memiliki ruang untuk mengajukan banding, dan proses di Premier League disebut belum tuntas sepenuhnya.
Rincian Dakwaan: Dari Laporan Keuangan hingga Kerja Sama Investigasi
Dakwaan yang dihadapi City mencakup sejumlah periode dan kategori pelanggaran. Mulai dari tuduhan gagal memberikan informasi finansial yang akurat, laporan terkait pembayaran pemain dan manajer, kepatuhan terhadap regulasi finansial UEFA, aturan Profitability and Sustainability Rules (PSR), hingga kewajiban bekerja sama dalam proses investigasi.
Dari total 115 dakwaan yang selama ini dikenal publik, komisi independen menemukan City bersalah atas 114 di antaranya. Hanya satu dakwaan yang tidak terbukti.
Respons Manchester City: Proses Masih Berlangsung
Manchester City sejak awal membantah seluruh tuduhan dan menyatakan akan mempertahankan posisi hukumnya. Klub juga menegaskan bahwa proses di Premier League belum selesai.
"Proses Premier League masih berlangsung, dengan elemen-elemen penting yang harus diselesaikan dan tunduk pada kerahasiaan yang ketat," demikian pernyataan klub yang dikutip The Athletic.
Ancaman Sanksi: Denda hingga Pencabutan Gelar
Regulasi Premier League menyediakan berbagai bentuk sanksi, mulai dari denda hingga pengurangan poin. Dalam kondisi tertentu, aturan kompetisi memungkinkan sanksi olahraga yang lebih berat.
Namun, belum ada keputusan bahwa Manchester City akan mendapat pengurangan poin, kehilangan gelar, atau terdegradasi. Semua kemungkinan itu masih bergantung pada keputusan sanksi dan proses banding berikutnya.
Kasus ini menjadi salah satu yang paling dinanti dalam sejarah Premier League. Jika sanksi berat dijatuhkan, peta kekuatan Liga Inggris dalam beberapa musim terakhir bisa berubah drastis.