SEKAYU — Disnakertrans Kabupaten Musi Banyuasin resmi menetapkan 15 nama peserta yang dinyatakan lulus seleksi Rekrutmen Pelatihan dan Sertifikasi Operator Alat Berat (Excavator). Program ini berjalan melalui skema Keluarga Maju Tahun Anggaran 2026 dan menggandeng PPSDM Minerba Kementerian ESDM sebagai mitra pelatihan.
Seleksi digelar di Aula Balai Latihan Kerja Sekayu pada 17 September 2026. Penyaringan difokuskan secara eksklusif bagi masyarakat yang terdaftar pada Desil 1–5, memastikan program tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera di Bumi Serasan Sekate.
Siapa Saja yang Berhak Ikut Seleksi?
Peserta yang lolos merupakan warga yang namanya tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial pada rentang Desil 1 hingga Desil 5. Pembatasan ini menjadi kunci agar pelatihan bersertifikasi menyasar kelompok yang paling membutuhkan akses kerja formal.
Disnakertrans menilai seleksi ketat diperlukan karena sertifikasi operator excavator membuka peluang kerja di sektor pertambangan dan konstruksi. Kedua sektor itu menyerap tenaga terampil dalam jumlah besar di wilayah Sumatera Selatan.
Pesan Bupati Muba ke 15 Peserta yang Lolos
Bupati Musi Banyuasin HM. Toha Tohet meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan disiplin. Ia menegaskan pelatihan ini bagian dari upaya meng-upgrade keterampilan generasi muda Muba.
"Kepada 15 orang peserta yang dinyatakan lulus seleksi Pelatihan dan Sertifikasi Operator Alat Berat, saya berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan serius, disiplin, dan penuh tanggung jawab," kata Bupati Muba.
"Program ini merupakan langkah nyata kita untuk meng-upgrade skill generasi unggul Muba agar lebih kompeten, mandiri, dan berdaya saing di dunia kerja. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya demi masa depan keluarga dan kemajuan daerah kita tercinta di Muba Maju Lebih Cepat," tegasnya.
Batu Loncatan bagi Ekonomi Keluarga
Wakil Bupati Musi Banyuasin Abdur Rohman Husen menyebut pelatihan bersertifikasi ini sebagai batu loncatan strategis. Menurutnya, peningkatan kapasitas SDM generasi muda Muba akan berdampak langsung pada penunjang ekonomi keluarga.
Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga menilai kelulusan 15 peserta menjadi titik awal ikhtiar besar pemerintah daerah. Peningkatan kualitas SDM ditempatkan sebagai pintu masuk pengentasan kemiskinan di Muba.
Setelah dinyatakan lulus, ke-15 peserta akan menjalani pelatihan dan sertifikasi bersama PPSDM Minerba Kementerian ESDM. Sertifikat yang diterbitkan nantinya menjadi modal utama mereka bersaing di pasar kerja sektor alat berat.
Pemkab Muba menargetkan program serupa berlanjut pada tahun anggaran berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pendataan warga Desil 1–5 menjadi dasar penentuan sasaran agar bantuan pelatihan tidak salah alamat.