Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lahat bersama tim Provinsi Sumatera Selatan memverifikasi Desa Muara Dua di Kecamatan Pagun sebagai calon Desa Proklim (Program Kampung Iklim) Utama pada Kamis (13/8/2026). Verifikasi ini menjadi momentum penting karena desa tersebut mendapat dukungan nyata dari sejumlah perusahaan tambang, termasuk satu unit mesin penggiling kompos organik dan 30 kotak sampah troly.
LAHAT — Desa Muara Dua di Kecamatan Pagun tengah berupaya naik kelas menjadi Desa Proklim Utama. Upaya itu mendapat angin segar setelah tim verifikasi dari Provinsi Sumatera Selatan bersama DLH Kabupaten Lahat, tim pendukung perusahaan, dan Tim Penggerak PKK kabupaten melakukan penilaian langsung di lokasi, Kamis (13/8/2026).
Kesiapan yang seadanya tidak menyurutkan langkah desa ini untuk bersaing. Di balik keterbatasan, terdapat dukungan konkret dari sektor swasta yang menjadi modal berharga dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Bantuan dari Perusahaan Tambang untuk Pengelolaan Sampah
DLH Lahat melalui Bidang Penaatan dan PKLH yang dipimpin Siti Zaleha ST. MT. memfasilitasi bantuan dari perusahaan tambang di wilayah tersebut. PT Adaro (MIP) memberikan satu unit mesin penggiling kompos organik untuk mengolah sampah organik.
Selain itu, PT BBG, PT BBA, PT BAU, dan PT PE turut menyumbangkan 30 kotak sampah troly. Bantuan ini diharapkan mengubah kebiasaan warga yang selama ini membuang sampah sembarangan.
Potensi Wisata Alam dan Ketahanan Pangan
Desa Muara Dua Pagun menyimpan potensi wisata alam yang dinilai bisa lestari dan memberi manfaat ganda bagi warga. Sumber air yang ada dimanfaatkan untuk pengairan lahan ketahanan pangan serta kebutuhan sehari-hari, terutama saat musim kemarau seperti sekarang ini.
Warga setempat mengandalkan air tersebut untuk mandi, mencuci pakaian, dan keperluan domestik lainnya. Keberadaan sumber air ini menjadi salah satu poin penting dalam penilaian Proklim.
Kreativitas Warga Mengubah Sampah Plastik
Kader lingkungan binaan DLH Bidang-4 telah melatih masyarakat setempat memilah sampah plastik. Hasilnya, sampah bekas kulit deterjen dan cup plastik disulap menjadi kerajinan tangan berupa tas belanja.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengurangan sampah bisa dilakukan dari tingkat rumah tangga dengan pendekatan ekonomi kreatif. Program ini diharapkan berjalan berkelanjutan, bukan sekadar mengejar penghargaan.
Program Desa Proklim diharapkan menjadi energi bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan, sejalan dengan visi pembangunan hijau Pemerintah Kabupaten Lahat.