Pencarian

Kemnaker Buka Pelatihan Kerja dan Fasilitasi Lowongan bagi Penyintas Narkoba di Sumsel

Rabu, 12 Agustus 2026 • 09:23:32 WIB
Kemnaker Buka Pelatihan Kerja dan Fasilitasi Lowongan bagi Penyintas Narkoba di Sumsel
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menandatangani nota kesepahaman dengan BNN, Kemensos, dan Kemenkes terkait rehabilitasi penyintas narkoba di Bogor, Selasa (11/8).

JAKARTA — Penyintas penyalahgunaan narkoba yang telah dinyatakan bersih dan selesai menjalani rehabilitasi kini mendapat prioritas khusus dari pemerintah untuk kembali bekerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memastikan mereka akan difasilitasi pelatihan berbasis kompetensi hingga akses langsung ke pasar kerja atau program wirausaha.

Kebijakan ini menjadi bagian dari Nota Kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pelaksanaan Rehabilitasi dan Pascarehabilitasi bagi Pecandu, Penyalahguna, serta Korban Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif Lainnya (Napza). Kesepakatan tersebut diteken bersama Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Sosial, dan Kementerian Kesehatan di PPSDM BNN Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Pemulihan Tidak Berhenti di Rehabilitasi

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa proses pemulihan tidak berakhir saat seseorang keluar dari pusat rehabilitasi. Menurutnya, mereka justru membutuhkan ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri dan menata hidup melalui pekerjaan.

"Pemulihan bukan akhir dari proses. Setelah menjalani rehabilitasi, mereka perlu memiliki kesempatan untuk kembali bekerja, berkarya dan menjalani kehidupan secara mandiri," ujar Yassierli dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari pulihnya kondisi fisik dan psikologis. Dukungan pascarehabilitasi dinilai sama pentingnya agar mantan penyalahguna narkoba bisa memperoleh penghasilan dan diterima kembali di lingkungan sosial.

Pelatihan Disiapkan Sesuai Kebutuhan Industri

Kemnaker tidak hanya menjanjikan pelatihan asal jadi. Materi pembekalan akan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, sehingga peserta memiliki modal kompetensi yang relevan dan siap pakai.

"Yang kami siapkan bukan hanya pelatihannya, tetapi juga bagaimana setelah memiliki kompetensi mereka bisa mendapatkan akses menuju pekerjaan atau mengembangkan usaha secara mandiri," kata Yassierli.

Bagi penyintas yang memilih bekerja di perusahaan, Kemnaker akan memfasilitasi penempatan dengan mempertemukan kompetensi peserta dengan kebutuhan pemberi kerja. Sementara bagi yang ingin berwirausaha, pembekalan akan diarahkan pada keterampilan teknis, pengetahuan kewirausahaan, dan pendampingan usaha.

BNN Tak Bisa Bekerja Sendiri

Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai upaya pencegahan hingga pemberantasan narkotika tidak mungkin berhasil tanpa keterlibatan banyak pihak, termasuk dalam hal pemulihan ekonomi para korban.

"BNN tidak bisa hadir sendiri dalam hal ini. Karena itu, kolaborasi dan dukungan dari kementerian serta lembaga terkait menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan narkotika," ujar Suyudi.

Melalui skema ini, pemerintah berharap para penyintas tidak kembali terjerumus ke lingkaran narkoba karena tekanan ekonomi atau stigma sosial. Kesempatan kerja yang layak diyakini menjadi kunci utama keberhasilan rehabilitasi jangka panjang.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks