SUMATERA SELATAN — Kepastian tersebut disampaikan Ferry Paulus di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8/2026). "Iya di Jakarta, dan dengan penonton," ujarnya singkat kepada awak media.
Keputusan ini sekaligus menjawab kekhawatiran para pendukung setia kedua tim yang sempat bertanya-tanya soal kelanjutan laga bertajuk sarat gengsi tersebut. Namun, kehadiran Bobotoh di tribun SUGBK belum sepenuhnya aman.
Aturan Suporter Tandang Dicabut, tapi Ada Pengecualian Khusus
I.League memang telah menghapus larangan suporter tandang untuk musim ini. Hanya saja, Ferry Paulus sebelumnya menyebut duel Persija vs Persib, bersama laga Persebaya vs Arema FC, masuk kategori partai dengan tingkat rivalitas tinggi. Untuk laga berisiko tinggi seperti ini, larangan fan away berpotensi tetap diberlakukan demi keamanan bersama.
Menariknya, bentrok kedua tim musim ini dihelat lebih awal dibanding musim lalu. Pada Super League 2025-2026, pertemuan pertama baru terjadi di pekan ke-17 di Bandung, dan Persija baru menjamu Persib di pekan ke-32. Kala itu, laga kandang Persija bahkan harus terlempar ke Stadion Segiri, Samarinda, lantaran tidak mendapat izin keamanan dari pihak Kepolisian.
FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Pertimbangan Jadwal Padat
Gelaran laga di SUGBK bulan depan hanya berjarak dua minggu dari turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang juga akan memakai venue yang sama. Menanggapi hal ini, Ferry Paulus mengaku pihaknya hanya berupaya mengakomodasi permintaan klub peserta.
"Ya, memang ada permintaan-permintaan dari klub. Secara sistem, kami mengakomodasi berbagai permintaan tersebut," kata Ferry menambahkan.
I.League Akomodasi Permintaan Klub Sejak Tiga Bulan Lalu
Permohonan khusus dari klub-klub peserta kompetisi sejatinya sudah diterima I.League sejak beberapa bulan lalu, tepatnya sekitar tiga bulan sebelum musim dimulai. Operator kompetisi mencoba mengakomodasi seluruh permintaan dengan baik di sepanjang musim 2026-2027.
"Semua keinginan klub kami terima. Sudah sejak sekitar tiga bulan lalu klub-klub memasukkan berbagai permintaan," ungkap Ferry.
"Misalnya, klub meminta pertandingan kandang tertentu bertepatan dengan ulang tahun mereka. Semua itu kami akomodasi melalui agenda dan kalender yang sudah kami susun," jelasnya.
Ferry menambahkan, ada pula klub yang menginginkan satu pertandingan kandang yang secara perhitungan bisa mendatangkan pemasukan besar. Hal tersebut turut dipertimbangkan berdasarkan analisis sistematis. "Namun, tidak semua permintaan bisa kami akomodasi. Kami tetap menggarisbawahi bahwa permintaan tersebut harus disusun berdasarkan skala prioritas," tutupnya.