SUMATERA SELATAN - Palembang punya kekayaan kuliner yang membuatnya berbeda dari kota-kota lain di Sumatra, jauh melampaui sekadar pempek yang selama ini jadi ikonnya.
Selain dikenal lewat Jembatan Ampera dan sederet destinasi wisatanya, ibu kota Sumatera Selatan ini juga layak disambangi demi urusan perut.
Julukan "Venice of the East" yang disandangnya bukan cuma soal sungai dan jembatan, tapi juga mencerminkan perpaduan budaya yang kental dan tercermin lewat ragam hidangannya.
Dari yang gurih berkuah sampai yang manis legit sebagai camilan, daftar kuliner Palembang jauh lebih panjang dari yang dibayangkan kebanyakan orang.
Berikut 35 makanan khas Palembang yang layak dicicipi, lengkap dengan rekomendasi tempat terbaik untuk menikmatinya.
Daftar Kuliner Khas Palembang
1. Pempek
Sudah jadi rahasia umum kalau pempek adalah primadona kuliner kota ini. Adonan daging ikan dan sagu dipadukan berbagai isian — udang, tahu, telur, hingga bahan lain — lalu disantap dengan saus cuko berbahan gula merah, cabai, bawang putih, dan udang ebi yang dihaluskan.
Salah satu yang sudah lama tersohor adalah Pempek Pak Raden, yang cabangnya kini tersebar di berbagai kota besar. Outlet aslinya ada di Jalan Radial No. 802, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–22.00 WIB dengan harga mulai Rp3.000 per buah.
2. Tekwan
Sepintas mirip bakso, tekwan sebenarnya beda jauh dari segi rasa. Bola-bola ikan disajikan bersama mi putih dan kuah bening hasil rebusan kepala udang, ditambah irisan daun bawang — jadi pilihan favorit setelah berkeliling kota.
Bisa dicoba di Jl. Tugumulyo No.2398, 20 Ilir D II, Ilir Timur, buka setiap hari pukul 08.00–18.00 WIB, harga sekitar Rp18.000 per porsi.
3. Laksan
Mirip lontong sayur dengan bahan utama sagu dan ikan, dibentuk oval dengan rasa yang mengingatkan pada pempek, biasanya disajikan dalam kuah santan gurih dan jadi pilihan sarapan populer.
Laksan Kaito jadi salah satu penyedia yang dikenal luas, dengan harga mulai Rp8.000 per porsi. Lokasinya di Jalan Kapten Anwar Arsyad No.999, Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB.
4. Celimpungan
Masih satu keluarga dengan pempek, celimpungan kerap muncul di hari-hari besar. Berbahan ikan dan sagu seperti laksan, tapi bentuknya bulat putih dan lebih besar dari tekwan, dengan ciri khas kuah kari kental.
Warung Aba di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan jadi salah satu tempat terbaik mencicipinya — buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, harga mulai Rp10.000 per porsi.
5. Burgo
Hidangan berkuah santan ini terbuat dari campuran tepung beras dan sagu yang dimasak jadi lembaran tipis, digulung, lalu dipotong kasar hingga menyerupai kwetiau. Kuahnya berbumbu kencur, kunyit, ketumbar, lengkuas, kemiri, dan bawang putih, dilengkapi suwiran ikan, bawang goreng, irisan telur rebus, sambal, dan perasan jeruk nipis.
Warung Aba di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan juga jadi tujuan favorit untuk burgo — buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, harga mulai Rp10.000 per porsi.
6. Lakso
Sekilas serupa burgo, tapi kuahnya lebih pekat dan kaya rasa. Bentuknya menyerupai mi tebal, disajikan dengan taburan bawang goreng untuk memperkuat aroma.
Warung Aba di Jalan Dr. M. Isa No.26/15, Kuto Batu, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan jadi tujuan favorit para pencinta kuliner lokal untuk mencicipi lakso, buka setiap hari pukul 05.00–18.00 WIB, harga mulai Rp10.000 per porsi.
7. Martabak Palembang
Martabak versi kota ini punya ciri khas kuah kental berbumbu rempah dan potongan kentang sebagai pelengkap. Martabak Haji Abdul Rozak di Jalan Jenderal Sudirman No.597A, 18 Ilir, Ilir Timur, Kota Palembang, Sumatera Selatan jadi salah satu yang populer — buka setiap hari pukul 07.00–21.00 WIB, harga mulai Rp21.000 tergantung isian.
8. Mie Celor
Mi tebal disiram kuah santan kental berkaldu kepala udang besar, ditambah tauge dan irisan telur rebus — perpaduan gurih dan aroma udang yang bikin beda dari mi berkuah lainnya.
Coba di Mie Celor 26 Ilir Haji Syafe'i, Jalan Merdeka No.54, Talang Semut, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan, buka setiap hari pukul 06.00–17.00 WIB, harga mulai sekitar Rp15.000 per mangkuk.
9. Pindang Ikan
Berbahan ikan patin dengan kuah asam, pedas, manis, dan gurih sekaligus — tekstur ikannya empuk berpadu kuah segar. RM Pindang Meranjat di Jalan Demang Lebar Daun, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan jadi versi paling dikenal, buka setiap hari pukul 09.30–16.30 WIB, harga mulai Rp30.000 per porsi sesuai ukuran ikan.
10. Pindang Tulang
Konsepnya mirip pindang ikan, tapi bahannya iga sapi dengan rasa kuat dan sensasi pedas dominan. RM Pindang Sri Melayu di Jalan Demang Lebar Daun No.1, Demang Lebar Daun, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan buka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB, harga mulai Rp15.000 per porsi.
11. Sate Sapi Cucuk Manis
Versi lokal sate ini punya rasa manis berkat tambahan kecap. Warung Wak Din yang sudah berdiri sejak 1970-an di Jalan Mayjen HM Ryacudu, 7 Ulu, Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan jadi favorit lintas generasi — buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, harga mulai Rp5.000 per tusuk.
12. Bakmi Babi
Mi kenyal dan gurih ini, meski bukan kuliner asli daerah, cukup digemari warga kota. Warung Bakmi Aloi di Jalan Kebon Manggis, Kepandean Baru, Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan menawarkan topping beragam — babi panggang, daging cincang, ayam, jamur — plus ngohiang babi yang bikin ketagihan. Buka Kamis–Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, harga mulai Rp12.000 per porsi.
13. Es Kacang Merah
Kudapan segar manis dan lembut ini pas jadi pelepas dahaga siang hari. Warung es kacang merah Mamat di Jalan Kebon Manggis, Kepandean Baru, Ilir Timur I, Kota Palembang, Sumatera Selatan buka Kamis–Sabtu pukul 08.00–16.00 WIB, harga mulai Rp12.000 per porsi.
14. Kemplang Palembang
Kerupuk renyah ini pas jadi teman santai sore hari dan mudah ditemukan di toko oleh-oleh. Pasar Tradisional Cinde di Jalan Jend. Sudirman, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB, harga mulai Rp15.000 per kilogram.
15. Godo-Godo
Mirip gado-gado tapi bahan utamanya udang, bukan ikan, dengan kuah cuka khas pempek. Bisa ditemukan di pedagang gorengan keliling, salah satunya di Pasar Cinde, Jalan Jend. Sudirman, 24 Ilir, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan — buka setiap hari pukul 06.00–18.00 WIB, harga cuma sekitar Rp1.000 per satuan.
16. Gulo Puan
Dulunya hidangan istimewa khusus bangsawan dan orang yang baru pulang haji, kini semakin jarang ditemukan. Terbuat dari susu kerbau dan gula yang dimasak hingga mengental. Penjualnya bisa dicari di area Masjid Agung tiap Jumat, atau langsung ke Gulo Puan Mang Robin di Jalan Seduduk Putih, 8 Ilir, Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan — buka Jumat pukul 10.00–14.00 WIB, harga mulai Rp100.000 per kilogram.
17. Roti Koing
Roti tradisional yang biasa muncul saat Ramadan ini bertekstur padat dan rasanya cenderung tawar — dinikmati dengan cara direndam dulu di teh atau kopi. Bisa ditemukan di Pasar 26 Ilir, Jalan Talang Semut, Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan harga mulai Rp3.000 per bungkus.
18. Sambal Tempoyak
Terbuat dari durian fermentasi, menghasilkan rasa asam, pedas, dan aroma durian yang kuat. Biasa jadi pendamping pindang, masakan ikan, atau ayam. Rumah Makan Musi Rawas di Jalan Angkatan 45 No.18, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan buka setiap hari pukul 09.00–21.00 WIB, harga mulai sekitar Rp5.000 tergantung musim durian.
19. Model
Berbeda dari tekwan karena tak melalui proses rebus atau kukus — adonan tahu dan ikan tenggiri digoreng renyah lebih dulu, baru disiram kuah kaldu udang. Gurih di luar, lembut saat direndam kuah, dengan sensasi segar khas.
20. Malbi
Daging dimasak dengan rempah melimpah, sekilas mirip semur tapi rasanya jauh berbeda — perpaduan lada, pala, asam ringan, dan bumbu khas daerah membuatnya kaya rasa dan wangi, dengan daging empuk yang bumbunya meresap sempurna.
21. Kue 8 Jam
Teman minum teh atau kopi dengan tekstur lembut kenyal dan rasa manis. Namanya berasal dari proses pembuatan yang butuh sekitar delapan jam hingga matang sempurna, biasa hadir di acara pernikahan, khitanan, hingga hari raya.
22. Otak-otak Kuah Cuko
Beda dari otak-otak di daerah lain karena disiram kuah cuko yang pedas, asam, dan manis. Terbuat dari ikan tenggiri dicampur sagu, santan, daun bawang, dan bumbu lain, dibungkus daun pisang lalu dipanggang hingga aromanya kuat.
23. Lempok
Mirip dodol Garut dengan warna cokelat dan tekstur kenyal manis, cocok jadi buah tangan bagi pencinta durian. Dibuat dari daging durian asli matang yang dimasak bersama gula dan sedikit garam selama sekitar empat jam sambil terus diaduk, menjadikannya lebih mahal dari camilan lain karena bahan aslinya.
24. Lenggang
Masih berkerabat dengan pempek, tapi adonannya dibungkus daun pisang berbentuk kotak lalu dipanggang di atas bara — hasilnya lebih gurih dan harum, dengan tekstur lebih padat. Disantap dengan kuah cuko berbumbu udang ebi, mudah ditemukan di berbagai sudut kota.
25. Martabak HAR
Isiannya telur ayam atau bebek, disajikan dengan kuah kari berisi potongan kentang. Nama "HAR" diambil dari penciptanya, Haji Abdul Rozak, warga keturunan India yang memperkenalkannya. Bisa dicoba di Toko Kopi HAR atau Martabak & Resto HAR, keduanya di Jalan Jenderal Sudirman.
26. Kue Lapis Kojo
Kudapan manis dengan lapisan hijau dan cokelat yang tersusun rapi, dibuat dari telur bebek, tepung terigu, santan, susu kental manis, daun pandan, daun suji, dan gula pasir — warna hijaunya alami dari daun suji, rasanya lebih legit dari kue lapis biasa. Bisa dibeli di Bangau Pastry.
27. Kue Engkak Ketan
Bertekstur lembut dengan aroma khas dari telur bebek, dibuat dari tepung ketan, susu kental manis, gula pasir, mentega, dan santan glondo (santan yang dimasak hingga keluar minyak alaminya) — bentuknya menyerupai kue lapis kuning bergaris cokelat gelap. Bisa dibeli di Bangau Pastry, Jalan Mayor Ruslan.
28. Kue Maksuba
Sekilas mirip kue lapis tapi corak garisnya lebih acak, rasanya manis dan legit berkat telur bebek sebagai bahan utama. Mudah ditemukan di toko kue terutama menjelang hari raya.
29. Kue Bolu Suri
Sering disebut "bika ambon versi Palembang" meski sebenarnya berbeda dari segi bahan dan tekstur — berbentuk bundar berlubang tengah mengikuti cetakan bolu tradisional. Bisa dibeli di pusat oleh-oleh Ellen, Jalan Jenderal Sudirman No. A 15, dengan harga sekitar seratus ribu rupiah per loyang.
30. Kue Gandus
Berbentuk mangkuk kecil putih lembut dari santan dengan aroma pandan, ditaburi ebi, bawang goreng, seledri, dan irisan cabai merah di atasnya — perpaduan gurih dengan tekstur menarik.
31. Kue Lumpang
Kenyal dan manis dengan varian warna hijau, cokelat, merah, hingga putih — bentuknya menyerupai lumpang kecil dengan cekungan berisi parutan kelapa. Warna hijau dari pandan, merah dari gula jawa, putih dari gula pasir, tanpa pewarna tambahan. Salah satu jajanan pasar favorit yang mudah ditemukan.
32. Kue Srikaya
Bahannya sederhana — telur, santan, gula — tapi menghasilkan tekstur lembut dan rasa manis pas, sering disajikan bersama ketan atau roti tawar dalam paket srikaya ketan, cocok jadi pendamping teh atau kopi.
33. Dadar Jiwo
Olahan telur mirip telur dadar dengan isian tumisan pepaya muda, diberi bawang goreng, daun sop, dan abon di luarnya — gurih dengan sentuhan manis, mudah dijumpai saat Ramadan sebagai menu buka puasa.
34. Sambal Lingkung
Tampilannya lebih mirip abon daripada sambal, dibuat dari ikan tenggiri atau gabus yang dihaluskan bersama cabai lalu dimasak hingga kering seperti abon — gurih pedas, cocok disantap dengan bubur, nasi, bahkan roti.
35. Telok Ukan
Hidangan tradisional yang mulai langka karena proses pembuatannya rumit — telur bebek atau ayam dilubangi, isinya dikeluarkan dan dicampur rempah, lalu dimasukkan kembali ke cangkangnya. Masih bisa ditemukan di Pasar 10 Ulu, harga mulai Rp2.500 per butir.
Menjelajahi ragam kuliner khas Palembang ini membuktikan kekayaan gastronomi kota ini jauh melampaui pempek — dari hidangan gurih berkuah hingga kudapan manis legendaris, semuanya layak dicicipi setidaknya sekali seumur hidup.