PALEMBANG — Pemprov Sumatera Selatan menyiapkan lahan seluas 45 ribu hektare untuk menjadi lokasi demplot Program Petani Modern Advanced Agriculture System (PMAS). Melalui program ini, pemerintah akan menyalurkan bantuan benih unggul sebanyak 70 kilogram per hektare yang disertai dengan pupuk dan pendampingan intensif kepada petani.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan pilot project PMAS ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menghadirkan pertanian modern di daerahnya. Ia optimistis program tersebut mampu mendorong produktivitas lahan secara signifikan.
"Kami akan memulai Pilot Project PMAS ini sebagai percontohan pertanian modern. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan pertanian di Sumsel," kata Herman Deru di Palembang, Jumat.
Target Produksi Gabah Capai 5 Juta Ton
Peningkatan produktivitas menjadi strategi utama Pemprov Sumsel untuk mengejar target produksi gabah sebesar lima juta ton. Dengan target capaian 10 ton per hektare, pemerintah berharap hasil panen petani bisa berlipat dibandingkan kondisi sebelumnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, para penyuluh pertanian lapangan (PPL) diminta segera menginventarisasi daerah yang bakal dijadikan lokasi percontohan. Pendataan ini menjadi kunci agar bantuan benih dan pupuk dapat disalurkan tepat sasaran.
Panen Raya IP 200 di Muara Kuang Jadi Bukti Ketahanan Pangan
Keberhasilan panen raya indeks pertanaman (IP) 200 di Kecamatan Muara Kuang menjadi bukti bahwa petani Sumsel mampu bertahan di tengah tantangan musim kemarau akibat fenomena El Nino. Lahan pertanian seluas 3.195 hektare di kecamatan tersebut tetap dapat dipanen meskipun belum didukung jaringan irigasi teknis.
"Bayangkan, lahan seluas 3.195 hektare di Kecamatan Muara Kuang tanpa irigasi teknis tetap bisa panen. Inilah yang akan kita dorong agar meningkat menjadi IP 300," ujar Herman Deru.
Kolaborasi Petani dan Penyuluh Jadi Kunci Produksi Pangan
Pemerintah terus mendorong peningkatan indeks pertanaman di sejumlah sentra produksi padi agar lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih optimal. Herman Deru menambahkan, capaian di Muara Kuang menunjukkan kolaborasi antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan petani mampu menjaga peningkatan produksi pangan di Sumsel meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau.
Program PMAS ini diharapkan menjadi fondasi bagi transformasi pertanian tradisional menuju sistem yang lebih modern dan produktif. Dengan pendampingan dan penggunaan benih unggul, petani Sumsel diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui hasil panen yang lebih melimpah.