Pencarian

128 Petani Sawit Musi Rawas Digembleng di Palembang, Belajar dari Kelas hingga Praktik di Kebun

Rabu, 05 Agustus 2026 • 20:06:31 WIB
128 Petani Sawit Musi Rawas Digembleng di Palembang, Belajar dari Kelas hingga Praktik di Kebun
Petani peserta pelatihan mengamati alat peraga saat sesi praktik budidaya kelapa sawit di Palembang.

PALEMBANG — Suasana pelatihan di Beston Hotel Palembang pekan lalu berbeda dari agenda kelas biasa. Ratusan petani asal Musi Rawas tak hanya duduk menyimak pemaparan materi, tetapi juga sibuk mencoba peralatan praktik dan berdiskusi. Mereka adalah peserta Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan IPB Training.

Program ini merupakan bagian dari Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2026. Para peserta dibagi ke dalam empat angkatan, yakni XVII hingga XX, dengan pendekatan yang menekankan praktik langsung di lapangan.

Bukan Sekadar Teori: Kalibrasi Alat Semprot hingga Uji pH Tanah

Materi pelatihan disusun bertahap. Pada sesi awal, peserta dikenalkan pada regulasi perkebunan dan pemilihan benih unggul. Mereka juga mempelajari teknik pembibitan melalui sistem Pre Nursery (PN) dan Main Nursery (MN).

Di sesi praktik, peserta tampak antusias mempraktikkan pemindahan bibit menggunakan alat berbahan paralon. Mereka juga diajak menguji tingkat keasaman tanah dengan kertas lakmus untuk memastikan kesesuaian lahan sebelum penanaman.

“Praktik langsung seperti ini membuat kami lebih paham. Tidak hanya teori, tapi tahu cara menerapkannya di kebun,” ujar salah satu peserta.

Belajar Mengelola Hama dan Memupuk Tanaman Secara Tepat

Memasuki hari-hari berikutnya, peserta mendalami pengolahan lahan, teknik pengajiran, dan cara penanaman yang benar. Mereka juga berlatih mengendalikan gulma serta menggunakan alat semprot (knapsack sprayer) dengan metode kalibrasi yang presisi.

Pengetahuan pemupukan menjadi materi krusial lainnya. Petani diajari mengenali kualitas pupuk dan memahami kebutuhan unsur hara tanaman. Tak ketinggalan, materi pengendalian hama dan penyakit diberikan sebagai bekal menjaga produktivitas kebun.

Kunjungan ke PT Dutareka Mandiri: Melihat Langsung dari Pembibitan hingga Panen

Puncak kegiatan terjadi saat peserta diajak ke lokasi perkebunan PT Dutareka Mandiri. Di sana, mereka menyaksikan langsung praktik budidaya dari tahap pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), hingga tanaman menghasilkan (TM).

Para petani juga mempraktikkan kastrasi, pemangkasan (pruning), hingga sortasi tandan buah segar (TBS) berdasarkan tingkat kematangan. Momen ini menjadi bagian paling dinanti karena memberi gambaran nyata pengelolaan perkebunan modern.

“Di sini kami benar-benar belajar dari kebun, bukan hanya dari kelas,” kata peserta lainnya.

Pelatihan ditutup dengan materi integrasi usaha perkebunan dan penguatan pengendalian hama penyakit. Para pejabat yang hadir dalam pembukaan antara lain Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Sumsel Herlan Kagami serta Kepala Dinas Perkebunan Musi Rawas Kgs. M. Effendi Fery.

Dengan bekal teori, praktik, dan pengalaman lapangan ini, para petani diharapkan mampu mendorong pengelolaan sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Musi Rawas.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halosumsel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks