Pencarian

7 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sumatera Selatan untuk Liburan Anti-Mainstream

Minggu, 02 Agustus 2026 • 09:28:31 WIB
7 Tempat Wisata Alam Tersembunyi di Sumatera Selatan untuk Liburan Anti-Mainstream
Air terjun Lematang Indah di Muara Enim menampilkan aliran air yang jatuh langsung ke Sungai Lematang dengan kolam alami di bawahnya.

Berbicara soal wisata Sumatera Selatan, kebanyakan orang langsung tertuju pada Jembatan Ampera atau kuliner pempek. Padahal, wilayah seluas 91.592 km² ini memiliki topografi yang beragam—mulai dari pegunungan Bukit Barisan di barat hingga dataran rendah gambut di timur—yang menyimpan puluhan destinasi alam yang belum terekspos media sosial secara masif.

Penduduk lokal memang sudah turun-temurun mengenal tempat-tempat ini sebagai lokasi mandi atau sekadar berkemah. Namun bagi wisatawan dari luar kota, namanya nyaris tidak pernah terdengar. Artikel ini mengulas tujuh di antaranya yang masih alami, dengan catatan akses yang jujur dan apa adanya.

1. Air Terjun Lematang Indah di Muara Enim

Berada di kawasan Kecamatan Semende Darat Laut, air terjun ini punya keunikan yang jarang ditemui: aliran airnya jatuh langsung ke Sungai Lematang. Pemandangannya bukan sekadar tebing curam, melainkan perpaduan antara derasnya air dan hamparan bebatuan besar yang membentuk kolam alami di bawahnya.

Perjalanan dari pusat Kota Muara Enim memakan waktu sekitar 2-3 jam dengan motor atau mobil. Jalanannya berkelok khas pegunungan kapur, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Waktu terbaik berkunjung adalah antara Juni hingga September saat musim kemarau, karena debit air cenderung stabil dan tidak terlalu deras.

2. Danau Diatas dan Danau Dibawah di Kabupaten Solok Selatan

Meski secara administratif masuk wilayah Sumatera Barat, kedua danau kembar ini justru lebih mudah diakses dari arah Sumatera Selatan—tepatnya melalui Kabupaten Musi Rawas atau Lubuklinggau. Terletak di ketinggian sekitar 1.531 mdpl, kawasan ini sering diselimuti kabut tipis pada pagi hari, menciptakan suasana yang kontras dengan panasnya Palembang.

Yang menarik dari danau ini adalah legenda lokal yang meyakini kedua danau tersebut saling terhubung melalui aliran bawah tanah. Untuk menikmati pemandangan terbaik, sebaiknya tiba sebelum pukul 09.00 WIB saat kabut masih menggantung di permukaan air. Akses jalannya sudah beraspal, tetapi cukup sempit di beberapa titik.

3. Bukit Jambul di Kabupaten Empat Lawang

Destinasi ini menawarkan panorama perbukitan hijau yang membentang luas, sering dijuluki "Negeri di Atas Awan" versi Sumatera Selatan. Berada di kawasan Kecamatan Talang Padang, bukit ini sebenarnya merupakan area perkebunan warga yang terbuka untuk umum.

Posisinya yang menghadap ke arah timur membuatnya ideal untuk melihat matahari terbit. Namun, perlu diingat bahwa fasilitas di sini masih sangat minim—tidak ada warung permanen atau toilet umum. Bawalah bekal sendiri dan siapkan fisik untuk trekking singkat sekitar 15-20 menit dari area parkir.

4. Pemandian Air Panas Alam di Lahat

Kabupaten Lahat dikenal dengan tambang batubaranya, tetapi di balik itu tersimpan sumber air panas alami yang belum banyak dieksplorasi. Berlokasi di kawasan Kecamatan Jarai, airnya mengandung belerang dengan suhu yang cukup hangat untuk merendam tubuh.

Warga sekitar biasa datang pada sore hari setelah beraktivitas. Jika Anda mencari suasana lebih sepi, datanglah di hari kerja (Senin-Kamis). Tidak ada tiket masuk resmi, hanya biaya parkir sukarela yang dikelola warga setempat—nominalnya bervariasi dan sebaiknya tanyakan langsung saat tiba.

5. Air Terjun Curup Tujuh di Kabupaten Musi Rawas Utara

Nama "Curup Tujuh" merujuk pada tujuh tingkatan air terjun yang mengalir dari ketinggian. Lokasinya berada di kawasan hutan lindung, sekitar 1,5 jam berkendara dari Kota Lubuklinggau. Berbeda dengan air terjun lain yang ramai, tempat ini masih sepi pengunjung bahkan di akhir pekan.

Untuk mencapai tingkat tertinggi, Anda harus berjalan kaki menyusuri aliran sungai dengan medan berbatu. Gunakan alas kaki anti-slip karena bebatuan cukup licin. Jangan lupa membawa peta offline di ponsel karena sinyal seluler di kawasan ini sangat lemah.

6. Goa Belanda di Kawasan Karst Baturaja

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memiliki gugusan karst yang membentang luas, dan Goa Belanda di Kecamatan Sosoh Buay Rayap adalah salah satu yang paling menarik. Goa ini memiliki lorong yang cukup luas dengan stalaktit dan stalagmit yang masih aktif terbentuk.

Namanya "Belanda" merujuk pada sejarah penggunaan goa ini sebagai tempat persembunyian pada masa kolonial. Saat ini, pengunjung bisa masuk dengan bebas, tetapi disarankan membawa senter sendiri karena penerangan di dalam goa terbatas. Hati-hati dengan kelelawar yang menghuni langit-langit goa.

7. Perkebunan Teh dan Hutan Pinus di Pagar Alam

Kota Pagar Alam memang sudah cukup dikenal, tetapi area perkebunan teh di lereng Gunung Dempo masih jarang dijamah wisatawan. Berbeda dengan kebun teh di Jawa Barat yang sudah sangat komersial, di sini Anda bisa berjalan bebas di antara barisan tanaman teh tanpa diburu waktu.

Suasana terbaik didapatkan pada pagi hari antara pukul 06.00-08.00 WIB saat para pemetik teh mulai bekerja. Anda bisa menyaksikan aktivitas mereka sambil menikmati udara dingin khas dataran tinggi. Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, tetapi nominal pastinya sebaiknya dikonfirmasi langsung di loket karena bisa berubah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua tempat ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi?
Sebagian besar bisa dijangkau dengan mobil atau motor, tetapi beberapa lokasi seperti Curup Tujuh dan Goa Belanda memerlukan jalan kaki tambahan. Untuk area perkebunan teh, disarankan menggunakan kendaraan dengan ground clearance tinggi.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke wisata alam Sumatera Selatan?
Musim kemarau antara Juni hingga September adalah periode paling ideal. Hindari berkunjung antara November hingga Maret karena curah hujan tinggi yang bisa membuat akses jalan licin dan debit air terjun terlalu deras.

Apakah aman untuk wisatawan yang tidak familiar dengan medan?
Aman jika mengikuti jalur yang sudah ada dan tidak menjelajah sendirian. Untuk destinasi seperti Bukit Jambul dan Pemandian Air Panas, sebaiknya bergabung dengan penduduk lokal atau menggunakan jasa pemandu yang tersedia di sekitar lokasi.

Berapa biaya yang perlu disiapkan untuk liburan ke tempat-tempat ini?
Biaya sangat bervariasi tergantung titik keberangkatan dan moda transportasi. Sebagian besar destinasi tidak memiliki tiket masuk resmi, hanya biaya parkir sukarela. Anggaran terbesar biasanya untuk bahan bakar dan akomodasi jika menginap.

Apa yang harus dibawa saat berkunjung ke wisata alam tersembunyi?
Bawa perlengkapan dasar seperti air minum, makanan ringan, obat nyamuk, jas hujan, dan power bank. Untuk goa dan air terjun, tambahkan senter, tali, dan alas kaki anti-slip. Pastikan ponsel terisi penuh sebelum berangkat.

Keindahan alam Sumatera Selatan tidak melulu soal destinasi yang sudah viral di media sosial. Tempat-tempat di atas menawarkan pengalaman yang lebih otentik—berinteraksi dengan warga lokal, menikmati alam tanpa antrean, dan merasakan sensasi menemukan sendiri. Yang terpenting, jaga kebersihan dan hormati adat setempat. Sebab, kelestarian tempat-tempat ini bergantung pada perilaku setiap pengunjung yang datang.

Follow inisumsel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks