MUARA ENIM — DPC PKB Kabupaten Muara Enim menggelar diskusi dan bedah buku yang mengangkat pemikiran HOS Tjokroaminoto dan Ali Syari'ati tentang sosialisme Islam. Kegiatan berlangsung di kantor DPC PKB Kabupaten Muara Enim, Sabtu (7/11).
Agenda tersebut dirancang sebagai ruang pertukaran pemikiran dan pengembangan wawasan akademis. Panitia mengundang sejumlah pemateri dari kalangan akademisi, ulama, dan organisasi keagamaan.
Pemateri yang hadir adalah akademisi dan praktisi hukum Dr. Awintino, S.H., M.H.; Rais Syuriah PCNU Muara Enim KH. Miftah Kaprawi; Ketua MUI Kabupaten Muara Enim Dr. Solihan, S.Ag., M.Pd.I.; serta perwakilan PD Muhammadiyah, Tahta Amrillah, S.Pd., S.H.
Peserta diskusi mencakup jajaran pengurus DPC PKB Muara Enim, Ketua Fraksi PKB DPRD Sefti Agsiadi, anggota fraksi M. Pasma Ajiansyah, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pimpinan media, dan sejumlah pelajar SMA.
Ketua DPC PKB Muara Enim, Desy Riyanah, menyatakan bahwa pembedahan kedua buku itu diharapkan melahirkan pemikir-pemikir yang mampu mewujudkan keadilan sosial di tengah masyarakat.
Menurut Desy, Islam tidak boleh diam melihat kemiskinan dan ketidakadilan. Islam harus berpihak kepada rakyat kecil.
"Kedepan kami DPC PKB akan terus mengupayakan tradisi keilmuan ini, dengan menggelar diskusi-diskusi dan bedah buku, agar terwujudnya generasi intelektual, maju dan kreatif," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa seorang intelektual tidak boleh sekadar menjadi penonton. Intelektual harus menjadi penggerak perubahan.
Karena peserta mayoritas pelajar dan mahasiswa, Desy berharap kegiatan tersebut membawa Indonesia, khususnya Kabupaten Muara Enim, ke arah yang lebih baik.
Sekretaris DPC PKB, Junizar, menambahkan bahwa antusiasme pelajar dan peserta menjadi pertimbangan tersendiri. Lewat diskusi kebangsaan ini, pihaknya berharap pemahaman dan pengetahuan mahasiswa, pelajar, serta masyarakat umum bertambah.
"Agama adalah untuk membangun kekuatan moral masyarakat, agar kedepannya terwujud kehidupan yang berkeadilan sosial dan sejahtera," tutupnya.