PRABUMULIH — Sumur LBK-032 merupakan hasil pengeboran dari lokasi usulan LKT-23 yang mulai ditajak pada 30 September 2026. Sumur berada di Struktur Lembak Kemang Tapus, sekitar 20 kilometer di sebelah timur laut Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Laporan Good News Development Drilling yang diterima Sabtu (7/11/2026) mencatat hasil uji produksi sementara 1.079,4 BOPD. Angka itu jauh melampaui target produksi awal 200 BOPD.
Selain minyak, sumur tersebut menyumbang tambahan produksi gas 0,432 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Produksi minyak LBK-032 diperoleh dari lapisan TAF Layer H3 pada interval kedalaman 2.099–2.102 meter measured depth (mMD). Saat pengujian, minyak mengalir menggunakan sistem artificial lift atau pengangkatan buatan untuk membantu mengangkat hidrokarbon dari reservoir ke permukaan.
Sumur dibor dengan metode directional J-type menggunakan Rig PDSI #29.3/D1500-E. Pengeboran mencapai kedalaman akhir 2.215 meter measured depth (mMD) atau 2.055,14 meter true vertical depth (mTVD).
“Secara geologis, struktur tersebut berada di sebelah utara Pendopo Antiklinorium, dengan batas Struktur Tapus di sebelah barat daya dan Struktur Lembak di sebelah timur,” kata Djoko kepada ruangenergi.com.
Seluruh tahapan pengeboran hingga pelaksanaan uji produksi per 7 November 2026 tuntas dalam 38 hari. Program yang ditetapkan sebelumnya 39,6 hari, sehingga realisasi lebih cepat dari rencana.
Dari sisi keselamatan kerja, operasi Sumur LKT-23 (LBK-032) membukukan 53.604 safe man hours sejak awal tajak pengeboran. Catatan itu mencerminkan penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta operational excellence di lapangan.
Keberhasilan LBK-032 menjadi salah satu bukti bahwa pengeboran sumur pengembangan masih menyimpan peluang besar untuk menambah pasokan minyak dan gas bumi nasional. Harapan kini tertuju pada proses lanjutan agar sumur segera memasuki tahap produksi komersial.
Jika berlanjut, tambahan produksi tersebut berkontribusi nyata terhadap peningkatan lifting minyak Indonesia. Tim Pertamina dan SKK Migas pun berharap capaian ini berlanjut menjadi tambahan produksi yang berkelanjutan.