PALEMBANG — Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Irwansyah, S.I.K., M.H., C.L.A., memimpin langsung kegiatan Jumat Keliling di Masjid Al Magfirah, Jalan Rambutan Nomor 6.22, RT 22 RW 22, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II. Rangkaian acara dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan diikuti jemaah serta pengurus masjid setempat.
Kehadiran orang nomor dua di Polda Sumsel itu didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Sumsel dan personel Polsekta Ilir Barat II. Agenda diawali salat Jumat berjemaah dengan khotbah bertema "Kita Butuh Allah SWT".
Khatib dalam ceramahnya menegaskan bahwa manusia merupakan makhluk lemah yang senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT. Kebutuhan itu mencakup kekuatan, rezeki, perlindungan, petunjuk, hingga ketenangan hati.
Berbagai perintah ibadah seperti salat, puasa, dan doa disebut sebagai tuntunan Allah SWT demi kebaikan serta keselamatan manusia. Setiap amal saleh yang dikerjakan, menurut khatib, akan memberi manfaat bagi manusia sebagai hamba Allah SWT.
Sekitar pukul 12.30 WIB, Brigjen Pol Irwansyah menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada para jemaah. Ia membuka arahannya dengan mengapresiasi tingginya nilai toleransi masyarakat Sumatera Selatan.
Menurutnya, kerukunan dan persatuan harus terus dipelihara agar situasi keamanan di wilayah Sumsel tetap aman dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat tidak hanya mengandalkan aparat kepolisian, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Dalam arahannya, Wakapolda menyoroti bahaya narkoba dan judi online sebagai ancaman yang perlu diwaspadai warga. Kedua persoalan itu disebutnya sebagai bagian dari lima pesan penting yang disampaikan kepada jemaah.
Kegiatan Jumat Keliling menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polda Sumsel untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Pola ini menempatkan masjid sebagai ruang dialog langsung antara aparat dan warga, bukan sekadar tempat ibadah.
Melalui forum tersebut, pesan keamanan disampaikan tanpa kesan menggurui. Jemaah menerima informasi kamtibmas seusai menjalankan ibadah, sehingga pesan lebih mudah diterima di lingkungan kelurahan.
Polda Sumsel menempatkan peran aktif masyarakat sebagai kunci terciptanya lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Sinergi antara warga dan aparat dinilai lebih efektif dibanding pengamanan yang bertumpu pada kepolisian semata.