Dosen Unsri Bekali 50 Santriwati Ogan Ilir soal Peluang Karier Akuntan di Era AI

Penulis: Ahmad Syukri  •  Jumat, 06 November 2026 | 15:02:01 WIB
Dosen Unsri memberikan pemaparan mengenai transformasi profesi akuntan di era digital kepada 50 santriwati SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga, Ogan Ilir.

OGAN ILIR — Perkembangan kecerdasan buatan, big data, cloud accounting, dan blockchain mengubah cara kerja profesi akuntan. Pekerjaan rutin yang dulu dikerjakan manual kini bisa diotomatisasi. Tim dosen Unsri menilai perubahan itu tidak menghapus profesi akuntan, melainkan menggeser perannya.

Kegiatan dipimpin Dr. Ahmad Syathiri, S.E.I., M.S.I., bersama sejumlah dosen Fakultas Ekonomi Unsri. Tim terdiri dari Dr. Yos Karimudin, M.M.; Dr. Rifani Akbar Sulbahri, S.E., M.M., M.Ak., CA.; Agil Novriansa, S.E., Ak., M.Sc., CA., ACPA., CRP.; Watim Maysaroh, S.E., M.Ak.; serta Yusuf Radityawan Idrad, S.Stat., M.Si.

Mengapa AI Tidak Menggantikan Akuntan

Materi utama disampaikan Rifani Akbar Sulbahri lewat sesi "Accounting Talk: Transformasi Profesi Akuntan di Era Digital". Rifani menjelaskan bahwa akuntan kini dituntut menganalisis informasi, membaca kondisi bisnis, mengidentifikasi risiko, dan memberi rekomendasi bagi pengambilan keputusan manajemen.

"Teknologi bukanlah ancaman bagi profesi akuntan, tetapi menjadi alat yang memperkuat peran akuntan. Yang berubah bukan profesinya, tetapi cara kerjanya," kata Rifani dalam pemaparannya.

Dengan begitu, kompetensi yang dibutuhkan bergeser dari sekadar mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan. Analisis dan pembacaan risiko menjadi bagian yang makin menentukan.

Pilihan Karier yang Terbuka bagi Lulusan Akuntansi

Para siswi diperkenalkan pada beragam profesi di bidang akuntansi. Selain akuntan publik, auditor internal, dan akuntan manajemen, perkembangan teknologi membuka jalur baru seperti data analyst, forensic accountant, sustainability accountant, spesialis manajemen risiko, konsultan, hingga analis keuangan.

Untuk menghadapi perubahan itu, siswa didorong menyiapkan kompetensi sejak bangku sekolah. Dasar akuntansi, audit, perpajakan, perangkat lunak akuntansi, sistem Enterprise Resource Planning (ERP), pengendalian internal, dan manajemen risiko perlu diimbangi kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kerja sama tim, kepemimpinan, literasi digital, serta analisis data.

Etika Jadi Penekanan di Sekolah Berbasis Islam

Tim dosen juga menekankan pentingnya etika dalam menjalankan profesi akuntan. Nilai amanah, kejujuran, transparansi, dan tanggung jawab dibahas dengan menyesuaikan lingkungan pendidikan SMA IT Raudhatul Ulum yang berbasis Islam.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Para siswi menggali informasi soal pilihan jurusan di perguruan tinggi, jenis pekerjaan bagi lulusan akuntansi, keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, hingga dampak AI terhadap masa depan profesi.

Menurut tim pengabdian Unsri, pengenalan profesi dan prospek karier sejak jenjang SMA penting agar siswa punya bekal informasi sebelum menentukan pilihan pendidikan tinggi. Akuntansi diharapkan tidak lagi dipandang sebagai bidang yang hanya berkaitan dengan angka dan pembukuan.

Bagi 50 siswi SMA IT Raudhatul Ulum Sakatiga, edukasi itu diharapkan memperluas wawasan mengenai dunia akuntansi sekaligus membantu mereka menyiapkan pilihan pendidikan tinggi dan peluang karier di tengah transformasi digital.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top