85 Wartawan FJM Sumsel Masuk Ruang IOC SKK Migas, Lihat Cara Pantau Produksi Migas Real-Time

Penulis: Ahmad Syukri  •  Kamis, 05 November 2026 | 15:16:02 WIB
Rombongan 85 wartawan FJM Sumsel mengunjungi ruang IOC SKK Migas di Palembang.

PALEMBANG — Rombongan jurnalis diterima Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagsel Bambang Dwi Djanuarto, didampingi Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel Syafei Syafri. Dalam sambutannya, Bambang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan sistem pemantauan terintegrasi untuk mendukung operasional hulu migas.

Melalui sistem itu, kegiatan teknis seperti pengeboran dan produksi dapat dikontrol secara real time. Data operasional ditampilkan secara online sehingga bisa dimonitor pihak-pihak yang memiliki kewenangan.

Pola pengawasan industri migas bergeser. Laporan berjenjang yang selama ini jadi tulang punggung kini diperkuat data aktual dari lapangan.

Bukan Sekadar Ruang Layar Besar

IOC menghubungkan data, teknologi, dan informasi dari berbagai wilayah kerja migas. Dari ruang ini, SKK Migas memantau produksi minyak dalam satuan barel minyak per hari (BOPD), produksi gas, aktivitas pengeboran, kondisi sumur, hingga fasilitas produksi.

Integrasi data dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mempercepat pengetahuan atas perkembangan operasi. Jika terjadi gangguan seperti penurunan produksi sumur, kerusakan fasilitas, kebocoran pipa, atau kondisi darurat lain, informasi itu menjadi dasar koordinasi dan pengambilan keputusan.

Fungsi IOC membentang dari pemantauan produksi, pengawasan kegiatan lapangan, deteksi gangguan operasional, sampai koordinasi penanganan keadaan darurat.

Produksi 561.586 BOPD, Lifting 193.601 BOPD: Apa Bedanya

Staff Senior Penyaluran dan Lifting SKK Migas Yogi Arsianto memaparkan proses penyaluran dan lifting sebagai bagian rantai industri hulu migas. Produksi adalah jumlah minyak dan gas yang dihasilkan dari sumur, sedangkan lifting adalah volume yang telah diangkat atau disalurkan untuk dijual sesuai mekanisme berlaku.

Data yang ditampilkan di IOC memperlihatkan produksi minyak 561.586 BOPD dengan lifting minyak 193.601 BOPD. Untuk gas, produksi mencapai 6.710 MMSCFD sementara gas lifting tercatat 5.316 MMSCFD.

Selisih angka itu penting dibaca hati-hati. Data produksi dan lifting perlu dipahami berdasarkan periode pelaporan, cakupan wilayah kerja, serta satuan yang digunakan.

Kontribusi 40 Ribu Barel per Hari dari Sumbagsel

Kawasan Sumatera Bagian Selatan menyumbang sekitar 40 ribu barel per hari terhadap produksi minyak nasional. Angka itu menempatkan Sumbagsel pada posisi strategis dalam mendukung pasokan energi nasional.

Bagi daerah yang aktivitas migasnya tinggi, pemahaman atas rantai produksi menjadi bekal penting. Wartawan diharapkan tidak berhenti pada angka produksi atau target lifting semata.

Ada proses panjang di balik setiap barel minyak: eksplorasi untuk menemukan cadangan, pengeboran, hingga pengembangan lapangan. Kunjungan ke IOC memberi gambaran bahwa tata kelola industri migas kini bertumpu pada kecepatan informasi dan transparansi data operasional.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: extranews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top