Airbag Xpeng X9 Tak Mengembang saat Kecelakaan, Ini Penjelasan Pabrikan

Penulis: Ahmad Syukri  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:32:31 WIB
Airbag Xpeng X9 tidak mengembang dalam kecelakaan tunggal di China meski bagian depan mobil rusak parah.

SUMATERA SELATAN — Pemilik Xpeng X9 di China terheran-heran airbag mobil listrik seharga Rp 1,36 miliar itu tak mengembang meski kecelakaannya tergolong parah. Xpeng beralasan kondisi benturan tak memenuhi syarat sensor airbag, sementara pemilik menuntut pemeriksaan pihak ketiga.

Pengemudi bernama Liu mengalami kecelakaan tunggal hingga mobilnya menabrak trotoar, kehilangan kendali, lalu menghantam pohon dan tiang listrik sebelum terguling. Bagian depan Xpeng X9 rusak parah, tapi tidak ada korban luka dalam insiden yang diberitakan Jiemian News tersebut.

Masalah muncul saat Liu mengajukan klaim. Pihak asuransi menilai unitnya tidak dapat diperbaiki dan merekomendasikan mobil dibuang. Di titik itu, pertanyaan Liu justru bergeser ke hal lain: mengapa airbag tidak mengembang sama sekali.

Kronologi Kecelakaan yang Berujung Sengkarut Airbag

Liu membeli Xpeng X9 dua tahun lalu dengan harga hampir 500.000 yuan atau sekitar Rp 1,36 miliar. Menurutnya, kerusakan yang terjadi sudah cukup parah untuk memicu airbag, sehingga ia mempertanyakan kriteria sensor pengaktifan yang dinilai tidak terpenuhi.

"Kami beruntung tidak ada yang terluka, tapi airbag tidak mengembang bahkan dalam situasi seperti itu. Itu sama sekali tidak meyakinkan," kata Liu, dikutip Car News China.

Alasan Xpeng: Mode Manual dan Input Pengemudi

Xpeng merespons dengan data backend dan rekaman video berkendara. Menurut perusahaan, mobil dikemudikan dalam mode manual saat tabrakan terjadi. Pengemudi disebut terus menginjak pedal gas dan memutar setir secara tajam sebelum benturan.

Kombinasi kondisi itu, klaim Xpeng, tidak memicu sensor airbag untuk aktif. Penjelasan ini belum menjawab seluruh keraguan Liu, yang meminta pemeriksaan independen oleh pihak ketiga. Xpeng menyatakan akan menghormati permintaan tersebut dan bekerja sama dalam proses lanjutan.

Rekam Jejak Masalah Kualitas Xpeng X9

Insiden airbag ini bukan catatan pertama soal kualitas X9. Sejumlah pemilik sebelumnya melaporkan kegagalan suspensi udara saat cuaca panas, dengan gejala satu sisi atau seluruh bodi melorot. Xpeng meminta maaf dan menarik unit terkait.

Pada Juli 2026, Administrasi Negara untuk Regulasi China menerbitkan pengajuan recall Xpeng yang mencakup 33.473 unit X9 produksi 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025. Penyebabnya, sistem per udara berpotensi bocor perlahan pada kondisi panas dan kelembapan tinggi akibat variasi proses produksi.

Kondisi itu memicu lampu peringatan dan, dalam situasi ekstrem, memengaruhi pengendalian kendaraan. Xpeng akan mengganti sistem per udara depan secara gratis.

Yang Perlu Diperhatikan soal Logika Airbag

Kasus Liu menyoroti celah komunikasi antara produsen dan pemilik soal cara kerja airbag. Sensor airbag tidak semata membaca tingkat kerusakan bodi, melainkan kombinasi deselerasi, sudut benturan, dan status kendali. Penjelasan teknis semacam ini jarang disampaikan ke konsumen sebelum insiden terjadi.

Bagi pemilik mobil listrik premium, dua hal layak dicatat. Pertama, mode berkendara dan input pedal terekam di backend, sehingga klaim pabrikan bisa diverifikasi secara data. Kedua, permintaan audit pihak ketiga adalah jalur yang wajar ketika penjelasan resmi belum memuaskan.

Xpeng X9 belum dijual resmi di Indonesia, sehingga kasus ini lebih relevan sebagai cermin bagaimana pabrikan EV menangani sengketa keselamatan. Pembeli di pasar mana pun berhak mendapat penjelasan yang bisa diuji, bukan sekadar pernyataan bahwa sensor tidak terpenuhi syarat.

Reporter: Ahmad Syukri
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top