PALEMBANG — Ratu Dewa menilai rekayasa cuaca dengan dry ice terbukti memberi dampak teknis signifikan dalam memadamkan dan mengendalikan penyebaran titik panas, terutama di wilayah penyangga. Karena itu, Wali Kota Palembang meminta TMC berbasis dry ice dijadikan prioritas utama penanganan karhutla tahun 2026 oleh Pemprov Sumsel dan pemerintah pusat.
Dasar usulan itu adalah perbaikan kualitas udara Palembang yang mulai keluar dari level berbahaya. Sepekan sebelumnya, ISPU kota sempat menyentuh level hitam atau sangat berbahaya.
Portal ISPUnet mencatat ISPU Palembang kini berada di angka 269, masuk kategori sangat tidak sehat. Angka itu masih tinggi, tetapi tren kualitas udara kota menunjukkan perbaikan nyata.
"Sabtu pagi ini alhamdulillah kualitas udara Palembang mulai membaik. Ini berkat sinergi pemerintah pusat, pak gubernur HD dan Pemkot Palembang," kata Ratu Dewa, Sabtu 17 Oktober 2026.
Ratu Dewa menegaskan perbaikan itu tidak lepas dari kerja bersama lintas tingkat pemerintahan. Ia menyebut Pemkot Palembang tetap siaga meski kualitas udara sudah turun dari level bahaya.
"Meski harus tetap siaga, saat ini alhamdulillah kualitas udara kota sudah turun dari level berbahaya. Ini juga berkat kerja bareng dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Sumsel, dan Pemkot Palembang," ujar Ratu Dewa, Minggu (17/10/2026).
Selain ISPU yang membaik, jumlah titik kebakaran lahan di wilayah Palembang hingga Minggu pagi tercatat turun drastis. Penurunan itu memperkuat argumen Pemkot Palembang bahwa intervensi cuaca berbasis dry ice layak dilanjutkan dan diperluas.
Menurut Ratu Dewa, keberhasilan pengendalian hotspot di wilayah penyangga menjadi kunci. Wilayah itu selama ini menjadi sumber asap yang terbawa ke pusat kota.
Usulan ke Pemprov Sumsel dan pemerintah pusat diharapkan masuk dalam perencanaan penanganan karhutla 2026. Dengan begitu, alokasi anggaran dan koordinasi lintas daerah bisa disiapkan lebih awal sebelum musim kemarau berikutnya.
Pemkot Palembang menyatakan akan terus memantau perkembangan ISPU dan titik panas harian. Warga diminta tetap waspada dan mengurangi aktivitas luar ruang selama kualitas udara belum sepenuhnya normal.