PALEMBANG — Polda Sumatera Selatan memilih masjid sebagai titik temu dengan warga dalam program Jumat Keliling. Rombongan pejabat utama Polda Sumsel tiba di Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo, Jumat (16 Oktober 2026), bukan untuk pengamanan, melainkan membawa layanan kesehatan dan material perawatan bangunan.
Agenda dibuka dengan pemeriksaan kesehatan bagi jemaah yang hadir. Layanan itu berlangsung sebelum salat Jumat digelar berjemaah di masjid bersejarah yang menjadi ikon Kota Palembang tersebut.
Usai salat Jumat, Kapolda menyerahkan bantuan material kepada Ketua Umum Pengurus Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Ir. Kgs. H. Abdul Rozak, M.Sc. Turut mendampingi Ketua Komisi Fatwa Masjid Agung KH Sarifuddin Ya'kub dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.
Material yang diserahkan mencakup cat tembok, cat besi, roller, kuas berbagai ukuran, serta perlengkapan pengecatan lainnya. Seluruh bahan diperuntukkan bagi pemeliharaan dan perawatan bangunan masjid.
Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian yang menyertai penyerahan bantuan. Lewat layanan itu, Polda Sumsel menyasar warga yang datang beribadah agar bisa merasakan pelayanan langsung tanpa harus mendatangi fasilitas kesehatan.
Program bertema "Polisi Bersama Masyarakat" menempatkan kepolisian pada posisi yang lebih dekat dengan aktivitas harian warga. Pendekatan humanis jadi pilihan, di luar tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban.
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo bukan bangunan biasa bagi warga Palembang. Selain menjadi pusat ibadah, masjid ini merupakan cagar budaya yang perawatannya membutuhkan dukungan banyak pihak, termasuk dari institusi di luar pengurus.
Bantuan material dinilai membantu pengurus menjaga kondisi fasilitas bangunan. Perawatan rutin seperti pengecatan menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda, terutama pada bangunan berusia ratusan tahun yang terus dipakai setiap hari.
Rangkaian kegiatan berlangsung sekitar tiga jam. Polda Sumsel belum menyebut apakah program serupa akan digelar di masjid lain pada pekan-pekan berikutnya.