PRABUMULIH — General Manager PHR Zona 4, Heru Irianto, menyatakan bahwa pencapaian di Sumur GNK-115 menjadi pemacu semangat timnya untuk terus mencari terobosan baru. Operasi pengeboran di sumur tersebut ditutup dengan catatan 57.288 jam kerja selamat sejak pertama kali tajak.
Angka itu mencerminkan komitmen perusahaan terhadap aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Operational Excellence di lapangan mature Zona 4.
Sejak 21 Juli 2026, pengembangan Sumur GNK-115 dan sekitarnya digarap menggunakan teknik batch drilling. Metode ini membor beberapa sumur berdekatan secara bertahap tanpa harus membongkar pasang rig pengeboran.
Uji alir awal secara natural open flow pada 5 Oktober 2026 menunjukkan Sumur GNK-115 berpotensi menghasilkan 2.423,29 BOPD minyak dan 1,95 MMSCFD gas. Capaian itu menyusul keberhasilan Sumur GNK-114 yang dikembangkan pada akhir September lalu dengan pendekatan serupa.
Asst. Manager Drilling Operation Area 2 PHR Zona 4, Anton Budi Prasetio, menjelaskan bahwa pengelompokan lima sumur ke dalam satu klaster terpusat memangkas kebutuhan lahan secara drastis. Dalam metode konvensional, satu lokasi sumur rata-rata memerlukan lahan seluas 2 hektare.
Artinya, membuka lima sumur secara terpisah membutuhkan total lahan hingga 10 hektare. Dengan batch drilling dalam satu klaster, kebutuhan lahan untuk kelima sumur ditekan menjadi sekitar 2 hektare saja.
"Kita bisa hemat untuk pembebasan lahan dalam satu klaster sumur ini kita bisa optimalisasi dan menghemat pembebasan lahan sekitar 8 hektar," kata Anton di depan awak media, Kamis (15/10/2026).
Keunggulan klaster ini bertambah dengan integrasi teknologi produksi dual completion. Metode konvensional memproduksi sumur secara bergantian, menunggu satu string selesai sebelum beralih ke string berikutnya.
Pendekatan dual completion memungkinkan kedua string diproduksi secara simultan. Strategi terpadu ini mendongkrak kecepatan operasional sekaligus memaksimalkan recovery produksi minyak dan gas di lapangan mature Zona 4.
Senior Manager Subsurface and Development and Planning (SSDP) PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, menyampaikan optimismenya terhadap rangkaian pengeboran berikutnya.
"Kami akan menjadikan pencapaian ini sebagai catatan dalam upaya mengoptimalkan pengurasan minyak dan gas di lapangan mature Zona 4 dan terus melakukan inovasi dalam mendukung ketahanan energi," ujar Reza.
PHR Zona 4 bersiap menuntaskan pengeboran serupa di sumur GNK-PD68 dan GNK-PD79. Perusahaan ini mengoperasikan tujuh wilayah kerja strategis yang tersebar di dua kota dan sembilan kabupaten di Sumatera Selatan di bawah koordinasi SKK Migas Sumbagsel.
Ketujuh wilayah kerja itu meliputi PEP Prabumulih, Limau, Adera, Pendopo, Ramba, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.