PALEMBANG — Prakiraan cuaca BMKG yang dirilis melalui laman resmi bmkg.go.id menunjukkan udara kabur menjadi kondisi yang paling banyak muncul di wilayah Sumatera Selatan. Selain OKU dan OKI, sejumlah kabupaten dan kota lain turut mengalami kondisi serupa dengan tingkat kelembapan yang bervariasi.
Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), udara kabur diprakirakan menyelimuti wilayah sepanjang hari. Suhu udara berkisar 24–36 derajat Celsius dengan kelembapan 35–86 persen.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Udara kabur diperkirakan bertahan dengan suhu 24–35 derajat Celsius dan kelembapan lebih tinggi, mencapai 40–96 persen.
Perbedaan kelembapan yang cukup jauh antara dua wilayah itu dipengaruhi kondisi geografis masing-masing daerah. Wilayah dengan tutupan lahan gambut umumnya memiliki kelembapan lebih tinggi.
Tidak seluruh Sumsel dilanda udara kabur. Lahat termasuk daerah yang diprakirakan cerah, begitu pula sejumlah wilayah lain yang berpotensi berawan.
Warga di daerah dengan prakiraan cerah tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca mendadak. Peralihan musim kerap memicu hujan lokal berdurasi singkat pada sore atau malam hari.
Udara kabur umumnya dipicu partikel halus dari asap kebakaran lahan atau polutan yang terperangkap di lapisan atmosfer bawah. Kondisi ini dapat menurunkan jarak pandang dan memicu gangguan pernapasan bagi kelompok rentan.
Warga lanjut usia, anak-anak, dan penderita penyakit pernapasan disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan saat kondisi udara kabur memburuk. Penggunaan masker tetap dianjurkan bagi mereka yang harus beraktivitas di luar.
Bagi pengendara, jarak pandang yang terbatas menuntut kehati-hatian ekstra, terutama pada pagi hari ketika kabur biasanya paling pekat.
BMKG memperbarui prakiraan cuaca secara berkala melalui laman resminya. Warga dapat memantau perkembangan kondisi udara dan potensi hujan di wilayah masing-masing sebelum beraktivitas.
Pemerintah daerah setempat belum merilis imbauan resmi terkait kondisi udara kabur tersebut.