SUMATERA SELATAN — Nadeo Argawinata mengungkapkan pengalaman berlatih bersama Maarten Paes dan Emil Audero selama memperkuat Timnas Indonesia. Kiper Persija Jakarta itu mengaku tidak hanya menyerap ilmu dari dua penjaga gawang yang berkarier di kompetisi top Eropa, tapi juga menjadi sumber informasi soal kultur dan Liga Indonesia bagi keduanya.
Kiper Persija Jakarta, Nadeo Argawinata, menceritakan dinamika latihan bersama Maarten Paes dan Emil Audero di skuad Garuda. Ketiganya sempat dipanggil bersamaan pada turnamen terakhir, memberi ruang bagi Nadeo untuk mengamati langsung kualitas dua rekannya yang bermain di liga-liga elite Eropa.
Pengalaman itu diakuinya membawa dampak besar terhadap perkembangan kualitas pribadinya. Nadeo kini menjadi pilihan utama di bawah mistar Macan Kemayoran di Super League musim ini.
Nadeo tidak memandang kebersamaan itu sebagai satu arah. Menurutnya, proses belajar berjalan dua arah antara dirinya, Paes, dan Audero.
"Saya rasa kita bertiga ya pada waktu itu karena yang dipanggil kita bertiga di turnamen terakhir. Pasti saling belajar ya. Jadi saya pribadi terutama, sangat belajar banyak dari mereka berdua mengingat mereka berdua bermain di liga yang, wow, sangat luar biasa, kan?" kata Nadeo saat ditemui di Persija Training Ground, Depok, Kamis (15/10).
Bagi Nadeo, kesempatan berlatih bersama kiper sekaliber Paes dan Audero menjadi modal berharga yang tidak didapat semua penjaga gawang di Tanah Air.
"Pasti saya mengambil banyak-banyak hal positif. Begitu pun mereka belajar apa sih Indonesia, seperti apa sih. Karena ya mereka masih belajar juga kan di Indonesia, jadi sebagai pemain yang bermain di Liga Indonesia, mereka pasti pengen tahu juga nih Liga Indonesia seperti apa, gitu-gitu," sambungnya.
Nadeo menyebut Paes dan Audero aktif bertanya soal kondisi sepak bola nasional. Rasa penasaran itu datang karena keduanya memang belum lama mengenal lingkungan Timnas Indonesia.
Sambil bercanda, Nadeo melontarkan kemungkinan keduanya suatu hari ingin merasakan bermain di Super League.
"Mereka tanya kok, ya kan? Siapa tahu mereka mau main di sini kan? Yoi. Kalian senang kan kalau mereka main di sini? Enggak ada yang senang ya?" ucap Nadeo sembari tertawa.
Di era kepelatihan John Herdman, Nadeo menempati posisi kiper ketiga di Timnas Indonesia setelah Audero dan Paes. Status itu tidak membuatnya berhenti berkembang.
Justru sebaliknya, pengalaman berlatih di tim nasional membuat kualitasnya meningkat signifikan. Bersama Persija yang kini ditangani Shin Tae Yong, Nadeo tampil konsisten sebagai kiper utama.
Dari empat laga yang dilalui Persija, Nadeo baru kebobolan satu gol. Satu-satunya gol yang bersarang ke gawangnya tercipta saat melawan Persib Bandung pada matchday kedua Super League.
Catatan itu berbanding lurus dengan performa kolektif Macan Kemayoran. Hingga memasuki pekan kelima liga, Persija belum terkalahkan.
Borneo FC, Persib, Java United, dan PSIM Yogyakarta menjadi empat tim yang merasakan kekuatan Persija sejauh ini. Nadeo dan rekan-rekan akan berusaha menjaga tren positif tersebut pada laga-laga berikutnya.