Ketua IWOi Ogan Ilir Minta Anggaran Langganan Koran di Sekolah Dihapus, Nilai Bebani Pembiayaan

Penulis: Rizal Hamdani  •  Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:31:01 WIB
Ketua DPD IWOi Ogan Ilir Yasandi menyampaikan usulan penghapusan anggaran langganan koran di sekolah.

INDRALAYA — Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOi) Ogan Ilir menyoroti pos anggaran langganan koran di sekolah-sekolah. Mereka menilai pembiayaan itu tidak lagi menjadi kebutuhan prioritas dalam menunjang kegiatan belajar mengajar. Usulan penghapusan disampaikan langsung oleh Ketua DPD IWOi Ogan Ilir, Yasandi.

Alasan Anggaran Langganan Koran Dinilai Membebani Sekolah

Menurut Yasandi, anggaran pendidikan sebaiknya difokuskan pada kebutuhan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran. Sarana dan prasarana, pengembangan kompetensi guru, hingga pemenuhan kebutuhan peserta didik disebutnya lebih mendesak. "Anggaran pendidikan sebaiknya lebih difokuskan pada kebutuhan yang berdampak langsung," ujarnya.

Ia menilai kebijakan langganan koran di sekolah perlu dievaluasi menyeluruh. Jika pengadaan media cetak tidak lagi menjadi kebutuhan utama, dana tersebut bisa dialihkan untuk program pendidikan yang lebih mendesak. Pandangan itu muncul karena pos anggaran dinilai berpotensi membebani pihak sekolah, terutama jika tidak masuk skala prioritas.

IWOi Akui Media Massa Tetap Penting untuk Literasi

Meski mendorong penghapusan, IWOi Ogan Ilir tidak menampik peran media massa dalam menyampaikan informasi dan memperluas wawasan. Media disebut tetap mendukung literasi di lingkungan pendidikan. Namun kebutuhan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anggaran masing-masing sekolah.

Yasandi berharap pemerintah daerah dan instansi terkait melakukan evaluasi secara transparan. Pertimbangannya harus mencakup manfaat, kebutuhan, serta efektivitas penggunaan anggaran langganan koran. "Dengan demikian, kebijakan yang diambil nantinya benar-benar mengutamakan kepentingan pendidikan dan tidak menambah beban pembiayaan sekolah," ujar Yasandi.

Belum Ada Keterangan Resmi dari Pemerintah Daerah

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai usulan penghapusan anggaran langganan koran tersebut. Pemkab Ogan Ilir maupun dinas pendidikan setempat belum memberikan tanggapan atas permintaan IWOi. Usulan ini menyisakan pertanyaan soal kelanjutan pos anggaran media cetak di sekolah-sekolah Ogan Ilir pada tahun anggaran berikutnya.

Reporter: Rizal Hamdani
Sumber: krsumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top