PALEMBANG — Prakiraan cuaca BMKG menyebut udara kabur berpotensi bertahan di sejumlah titik Sumatera Selatan sepanjang Senin, 12 Oktober 2026. Palembang masuk daftar wilayah yang perlu diwaspadai. Daerah lain diprakirakan berawan hingga hujan ringan.
Rincian prakiraan itu dirilis melalui laman resmi bmkg.go.id. Warga diminta menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi tersebut.
Di Ogan Komering Ulu (OKU), cuaca berawan diperkirakan terjadi dengan suhu berkisar 24–35 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di wilayah itu mencapai 38–96 persen.
Ogan Komering Ilir (OKI) juga diprakirakan berawan. Suhu di OKI berkisar 24–36 derajat Celsius dengan kelembapan 35–95 persen.
Rentang kelembapan yang lebar itu menandakan udara cukup lembap pada pagi hari, lalu mengering menjelang siang. Kondisi semacam ini lazim memicu penurunan jarak pandang di beberapa ruas jalan.
Udara kabur umumnya menurunkan jarak pandang, terutama pada pagi dan malam. Pengendara di jalur lintas Sumsel diminta menyalakan lampu dan menjaga jarak kendaraan.
Warga dengan riwayat gangguan pernapasan sebaiknya membatasi aktivitas luar ruang saat kabut pekat. Masker sederhana bisa membantu mengurangi paparan partikel.
Bagi pelaku perjalanan antarkabupaten, cek ulang kondisi jalur sebelum berangkat. Perubahan cuaca di Sumsel pada periode ini bergerak cepat dari berawan ke hujan ringan.
Sumsel sedang berada pada fase peralihan musim. Pada fase ini, uap air meningkat dan angin relatif lemah sehingga kabut sulit terurai.
Pembakaran lahan skala kecil juga kerap memperparah kondisi, meski tidak selalu menjadi penyebab utama. BMKG tidak menyebut sumber spesifik kabut dalam prakiraan tersebut.
Pemantauan titik panas biasanya dilakukan instansi terkait saat kabut menebal. Warga bisa melaporkan titik asap yang mencurigakan ke aparat desa atau kelurahan.
Prakiraan BMKG bersifat perkiraan, bukan kepastian. Perubahan kondisi bisa terjadi lebih cepat dari yang tercantum di laman resmi.
Warga Palembang dan kabupaten lain disarankan memantau pembaruan prakiraan setiap pagi. Informasi terbaru tersedia di kanal resmi BMKG maupun posko kebencanaan daerah.
Bagi sekolah dan penyelenggara kegiatan luar ruang, pertimbangkan menunda jadwal bila kabut pekat. Langkah itu lebih aman daripada memaksakan agenda di tengah jarak pandang terbatas.