Sebanyak 63 dari 66 titik kebakaran hutan dan lahan yang terpantau di Sumatera Selatan berada di luar Kota Palembang, sementara kualitas udara di kota itu menyentuh ISPU 717 kategori berbahaya. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang Kemas Haikal menyatakan asap pekat yang menyelimuti wilayah setempat merupakan kiriman dari kabupaten tetangga seperti Ogan Ilir dan Banyuasin. Tiga titik karhutla di dalam kota sudah dipadamkan petugas sejak Rabu (7/10) sore.
PALEMBANG — Data pemadaman menunjukkan tiga lokasi karhutla di wilayah Kota Palembang meliputi Perumahan Orison View, Perumahan Putramas Residence 2 di Kelurahan Talang Jambe, serta satu titik di Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Kertapati. Petugas memadamkan ketiga lokasi tersebut sejak Rabu (7/10) sore hingga api dinyatakan padam.
Meski api di dalam kota berhasil dijinakkan, warga Palembang tetap menanggung dampaknya. Asap dari luar daerah membuat kualitas udara memburuk secara ekstrem.
Data ISPUnet KLHK Stasiun Palembang Bukit Kecil per 7 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) menyentuh angka 717. Angka itu masuk kategori berbahaya.
"Artinya, tingkat kualitas udara dapat merugikan kesehatan serius bagi seluruh populasi dan wajib penanganan cepat," kata Kemas Haikal.
Kategori berbahaya pada ISPU berarti seluruh warga, tanpa memandang usia dan kondisi kesehatan, berisiko mengalami gangguan pernapasan. Aktivitas luar ruang sebaiknya dibatasi selama kondisi udara belum membaik.
Dari total 66 kejadian karhutla yang terpantau di Sumatera Selatan, hanya tiga titik yang berada di wilayah Kota Palembang. Sisanya, 63 titik api, berasal dari luar daerah dan asapnya masuk ke Palembang.
"Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kabupaten tetangga seperti Ogan Ilir dan Banyuasin berdampak pada masyarakat Kota Palembang yang ikut merasakan dampak asapnya," ujar Kemas Haikal di Palembang, Kamis.
Haikal menegaskan temuan itu memperkuat pernyataan Wali Kota Palembang Ratu Dewa yang menyebut asap pekat penyelimuti Palembang merupakan kiriman dari luar.
Dinas Damkarmat Kota Palembang mengerahkan petugas untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala di tiga lokasi dalam kota. Pemantauan dilakukan menyusul laporan warga soal asap yang masih tercium di sejumlah kawasan.
Penanganan karhutla lintas kabupaten menjadi kunci karena mayoritas titik api berada di luar yurisdiksi Kota Palembang. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten tetangga dan instansi provinsi diperlukan agar sumber asap bisa dipadamkan dari akarnya.
Warga Palembang yang mengalami sesak napas, iritasi mata, atau keluhan pernapasan lain diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Kelompok rentan seperti anak, lansia, dan penderita penyakit paru perlu mendapat perhatian lebih selama kualitas udara belum pulih.