BMKG Deteksi 4.845 Titik Panas di Sumatera, Sumatera Selatan Penyumbang Terbanyak 3.847 Titik

Penulis: Syamsudin Rasyid  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:48:31 WIB
Petugas BMKG memantau sebaran titik panas di Pulau Sumatera melalui citra satelit.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan titik panas di Pulau Sumatera menjadi 4.845 titik, naik dari 3.157 titik pada Rabu (6/10) sore. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi tertinggi mencapai 3.847 titik, disusul Jambi 384 titik, Bangka Belitung 316 titik, dan Lampung 251 titik. Lonjakan ini memicu kabut asap di Riau dengan konsentrasi partikulat masuk kategori sangat tidak sehat.

PEKANBARU — Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P, menyatakan data tersebut diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, Rabu (7/10) malam. Pihaknya mencatat kenaikan signifikan dibanding pantauan sehari sebelumnya.

Dari total 4.845 titik panas, Sumatera Selatan menyumbang 3.847 titik atau sekitar empat per lima dari keseluruhan temuan. Jambi menyusul dengan 384 titik, Bangka Belitung 316 titik, dan Lampung 251 titik.

Sebaran Titik Panas di Wilayah Lain Sumatera

Wilayah Sumatera lainnya yang turut terpantau memiliki titik panas yakni Riau 19 titik, Bengkulu 19 titik, Sumatera Utara 5 titik, dan Sumatera Barat 2 titik. Kepulauan Riau dan Aceh masing-masing terpantau satu titik.

Khusus di Riau, sebaran titik panas terdapat di empat wilayah. Kabupaten Kuantan Singingi menjadi lokasi terbanyak dengan 15 titik.

Sisanya tersebar di Kabupaten Inderagiri Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Kota Dumai yang masing-masing terpantau satu titik.

Kabut Asap Selimuti Riau, ISPU Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat

Kondisi titik panas di bagian Selatan Sumatera mengakibatkan kabut asap di Provinsi Riau. Konsentrasi partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara sejak Kamis dini hari masuk kategori sangat tidak sehat, berada di atas 200 mikrogram per meter kubik.

BMKG menyampaikan imbauan kepada masyarakat Riau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap pada kesehatan, terutama sistem pernapasan.

"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," kata Yasir.

Pihaknya belum merinci proyeksi pergerakan titik panas dalam beberapa hari ke depan. Warga di wilayah terdampak diminta memantau pembaruan informasi cuaca dan kualitas udara secara berkala.

Reporter: Syamsudin Rasyid
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top