SUMATERA SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 0,35% ke level 6.025 pada sesi pertama perdagangan Jumat (9/10), meski investor asing mencatatkan net sell Rp 32,05 miliar. Sebanyak 311 saham menguat, 298 saham terkoreksi, dan 176 saham stagnan. Tekanan jual asing terkonsentrasi pada saham teknologi dan komoditas.
Data Korea Investment and Sekuritas Indonesia menunjukkan nilai net sell asing pada sesi pertama mencapai Rp 32,05 miliar, terdiri dari net buy Rp 1,20 triliun dan net sell Rp 1,24 triliun. Aksi jual asing paling besar menyasar PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) senilai Rp 27,91 miliar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 22,26 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 20,63 miliar.
Bursa Efek Indonesia mencatat nilai transaksi sesi pertama mencapai Rp 4,58 triliun dengan volume 19,01 miliar saham dan frekuensi 795,31 ribu kali. Kapitalisasi pasar IHSG siang ini berada di Rp 10.654 triliun.
Dari sebelas sektor di BEI, delapan sektor berakhir di zona hijau. Sektor bahan baku mencatat kenaikan terbesar 1,15%, ditopang saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 1,04% ke Rp 2.920.
Penguatan indeks terjadi meski mayoritas bursa Asia tertekan. Indeks Nikkei turun 0,14%, Shanghai Composite terkoreksi 1,21%, dan Straits Times melemah 0,17%. Hanya Hang Seng yang menguat 1,09%.
Deretan saham top gainers sesi pertama dipimpin PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) yang melonjak 19,44% ke Rp 86. Berikutnya PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) naik 17,20% ke Rp 2.010, dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menguat 7,42% ke Rp 2.750.
Sementara itu, saham top losers ditempati PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) yang turun 8,51% ke Rp 172, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah 5,50% ke Rp 11.600, dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) terkoreksi 5,17% ke Rp 55.
Net sell asing Rp 32,05 miliar menandakan investor global masih berhati-hati terhadap pasar saham Indonesia di tengah ketidakpastian bursa regional. Aksi jual pada GOTO dan BUMI mengindikasikan rotasi dana keluar dari sektor teknologi dan energi.
Penguatan IHSG ke 6.025 ditopang penguatan sektor bahan baku, namun tekanan jual pada saham perbankan seperti BBRI perlu dicermati. Investor akan menanti data perdagangan sesi kedua untuk melihat apakah asing kembali masuk atau memperbesar posisi jual.