OGAN ILIR — Budidaya jagung di lahan seluas 50 x 50 meter itu tidak dikerjakan sekadar rutinitas. Petani mengandalkan pupuk kandang 30 karung, Phonska 5 karung, dan Urea 3 karung untuk menjaga kesuburan tanah.
Perawatan ekstra juga dilakukan dengan dua kali penyemprotan gulma dan tiga kali penyemprotan insektisida untuk membasmi hama ulat. Hasilnya, sekitar 1 ton jagung pipil basah dipanen dari lahan yang ditanami 5 kilogram bibit jagung sejak 115 hari lalu.
Kapolsek Tanjung Raja AKP Sondi Fraguna, S.H., M.Si menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah hingga ke tingkat desa.
"Kami tidak hanya menjaga kamtibmas, tapi juga hadir membantu masyarakat mewujudkan kemandirian pangan. Ini kerja bersama antara Polri, pemerintah desa, PPL dan masyarakat," ujar Sondi.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan warga menjadi kunci keberhasilan panen di Dusun I RT 01 tersebut.
Sondi berharap keberhasilan panen di Desa Pinang Mas bisa memotivasi desa lain di Ogan Ilir untuk mengoptimalkan lahan kosong menjadi lahan produktif.
"Jangan biarkan lahan tidur. Kalau dikelola dengan baik, hasilnya bisa untuk kecukupan pangan desa bahkan meningkatkan ekonomi warga," pungkasnya.
Hasil panen selanjutnya akan dikeringkan sebelum dipasarkan. Jagung pipil basah yang baru dipanen memerlukan proses pengeringan agar kadar airnya turun dan siap dijual ke pasar.