PALEMBANG — Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang juga Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Palembang, Kemas Haikal, menyatakan tiga titik karhutla di dalam kota telah ditangani petugas. Penanganan berlangsung sejak Selasa sore hingga Rabu (7/10/2026).
"Jadi bukan dari kebakaran lahan di dalam kota Palembang," tegas Kemas Haikal, Rabu (7/10/2026) sore.
Menurut dia, petugas pemadam kebakaran terus bekerja memadamkan lahan yang terbakar di sejumlah lokasi terdeteksi. Upaya itu dilakukan tanpa jeda sejak sehari sebelumnya.
"Petugas kami terus berjibaku memadamkan lahan yang terbakar, sejak kemarin sore," ujarnya.
Data pembaruan penanganan karhutla per Rabu (7/10/2026) mencatat tiga lokasi kebakaran lahan di Kota Palembang. Ketiganya tersebar di dua kecamatan, yakni Sukarami dan Kertapati.
Ketiga titik itu telah dinyatakan padam. Meski begitu, persoalan asap tetap menjadi perhatian karena kualitas udara Palembang pada hari yang sama berada di level sangat buruk.
Data ISPUnet KLHK Stasiun Palembang Bukit Kecil per Rabu (7/10/2026) pukul 17.00 WIB menunjukkan Indeks Standar Pencemaran Udara mencapai 717. Angka itu masuk kategori Berbahaya.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan warga. Penanganan cepat dibutuhkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Dengan tiga titik dalam kota yang sudah dipadamkan sementara mayoritas kejadian karhutla Sumsel berada di luar wilayah Palembang, Pemkot Palembang mendasarkan keterangannya pada data tersebut. Namun pergerakan asap sangat dipengaruhi kondisi atmosfer dan arah angin.
Sumber asap secara spesifik tetap perlu ditelusuri berdasarkan data pemantauan dan analisis instansi terkait.
Data Pusdalops BPBD Provinsi Sumsel menunjukkan kejadian karhutla di Sumatera Selatan masih fluktuatif dalam sepekan terakhir. Setelah turun menjadi 53 kejadian pada 5 Oktober 2026, jumlahnya kembali naik menjadi 66 kejadian pada 6 Oktober 2026.
Rincian sebelumnya, pada 30 September tercatat 70 kejadian, lalu meningkat menjadi 76 kejadian pada 1 Oktober. Setelah itu tercatat 70 kejadian pada 2 Oktober, 68 kejadian pada 3 Oktober, dan 58 kejadian pada 4 Oktober.
Secara akumulatif, jumlah kejadian karhutla di Sumatera Selatan sejak Januari hingga 6 Oktober 2026 mencapai 4.602 kejadian. Angka itu menegaskan penanganan karhutla dan dampak asap masih menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.
Bagi warga Palembang, kualitas udara kategori Berbahaya menjadi perhatian utama. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan instansi terkait, terutama ketika kondisi atmosfer kembali memburuk.